8 Comments

  1. Mirza

    pertama saya ingin katakan: pasukuan jerman, tidak lagi membela hitler, sebabnya hitler tewas membawa sebagian besar pengikutnya, dan ideologi fasis di tinggalkan rakyat jerman. lantas apa alasan tentara jerman untuk mengikuti ideologi hitler yang fasis?

    amerika negeri imprealis ya wajar saja memiliki persenjataan yang kuat, kamu tidak hilat atau perlu aku lihatkan, negara-negara dunia ketiga menjadi korban keganasaanya? dengan alasan" kemanusiaan" ekspansi militer ke mana-mana.

    di indonesia sisa-sisa orde baru belum lah lenyap, bahaya milieterisme masih mengancam, peristiwa yang baru terjadi di papua, pembubaran film senyap, apa itu bukan bukti militerisme masih nyata di indonesia?

    kami menyerang memwa bukan untuk menghadang orang berorganisasi, kami menghadang memwa bukan anti terhadap individu di dalamnya, namun kami anti dengan watak militerisme yang hari ini saja masih ada di tubuh memwa. memwa bisa menjadi mata-mata di dalam kampus, seperti apa yg terjadi di zaman orde baru. http://solidaritas.net/2014/12/menwa-kembali-bangkit-mahasiswa-harus-bergerak.html

    membela negara seperti apa yg kamu maksud?? amerika, inggri tidak akan mungkin menyerang indonesia selama negeri masih dikuasai boneka-bonekanya,

    NKRI Harga mata, atau Rakyat papua mati di tanah sendiri?

    • gunadi

      Menwa dari dulu juga terpisah dari pemerintah, jadi gak ada kaitannya dgn mata2. Pemikiran yg tidak berdasar. Menwa itu tidak di gaji. Yg ikut menwa hanya karena ingin berpartisipasi bela negara saja.
      Kalau di searching, partisipasi menwa itu banyak juga keterlibatannya. Mulai dari pasukan perdamaian, sampai keterlibatan di Timor Timur.
      Menwa juga mahasiswa. Sama dgn mahasiswa2 lainnya.

  2. dwi rendy

    Menarik ketika Bung Mirza menulis "Menwa dapat mengawasi kegiatan-kegiatan mahasiswa, mahasiswa tidak lagi bebas menyatakan pendapatnya", apakah hal tersebut juga didasari pengalaman pribadi?

    Menurut saya, bukankah kampus tempat semua disiplin ilmu bisa berkembang baik secara teori maupun aplikasi, baik ekonomi, sosial, budaya, agama, hankam, dll selama tidak melanggar peraturan yang ada.
    Bahkan beberapa waktu lalu, kampus UGM juga memprotes keras (termasuk saya mengecam) aparat keamanan yang terkesan membiarkan ketika pemutaran film Senyap terpaksa harus dihentikan di Fisipol karena ancaman ormas agama dengan dalih bahwa menyebarkan paham komunis. Padahal sejatinya pemutaran tersebut benar-benar ditujukan sebagai ajang diskusi dan bedah film.

    -Dwi Rendy, eks civitas akademik UGM-

  3. Arief bhakti

    Bagaimana dengan negara lain??? Di kampus Filipina ada ROTC (reserved officer training corps) phillipine. Di setiap kampus Malaysia ada PALAPES (pasukan latihan pegawai simpanan). Toh, di negara mereka yang sekarang sudah meningkat kesejahteraannya melakukan kegiatan tersebut. Sudah banyak alumni menwa yang sekarang ini dapat dibanggakan salah satunya mantan menteri ekonomi dan ketua pelaksana bank dunia Sri Mulyani. Harusnya yang dikoreksi adalah anda penulis dari artikel ini. Jangan menulis artikel yang memberi acuan negatif!!! Pemerintah membuat menwa bukan untuk kembali masa zaman orde baru. Tetapi Pemerintah membentuk menwa untuk mencari bibit pemuda yang lebih unggul lagi. Kenapa?? Karena sudah banyak mahasiswa berani atau pintar bercakap di depan tetapi dalam mempraktikkan diri ternyata yang ia lakukan hanya berani di belakang temannya. Bagaimana kita bisa bersaing secara MEA kalau mahasiswanya seperti itu????

  4. Anonim

    Anak Menwa kini humanis Bung! Kalau Menwa dibilang antek tentara, apa yang melawan menwa mau disebut antek radikalis dan komunis? Aturan semi militer hanya diterapkan di internal anggotanya saja bung, tidak berlaku ke semua mahasiswa di kampus kami UIN Jakarta. Mana referensi tentang perusakan demokrasi oleh Menwa? Banyak baca dulu Bung! Lalu lihat dari segala sisi.

    Yanfa – FISIP UIN Jakarta

  5. Silahkan masuk menwa mas, disitu anda akan tau, Menwa mata mata atau bukan. Terus kalau pemikiran anda dkk mahasiswa lain kalau memang sesuai dengan pancasila dan uud 1945 kenapa harus takut? Kalau memang pemikiran kalian menyimpang dr ideologi pancasila, kami menwa dengan keinginan dari diri kami sendiri tanpa intrevensi dr pihak lain akan melawan anda, ini adalah bentuk kami menjaga kesatuan nkri di dalam kampus. Pemikiran dan ide bisa berbeda bang, tapi nkri? Harga mati. Sy curiga ini kepada anda.. Kenapa anda menuduh menwa memata matai? Kenapa anda takut seolah olah menwa menjadi kaki tangan tentara? Apa pemikiran anda?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *