ITUC Minta FIFA Tinjau Kembali Keputusan Memilih Qatar

Brussels, 17 April 2013 (ITUC OnLine): ITUC dalam surat tertulis kepada FIFA hari ini meminta Federasi Sepak Bola Internasional ini untuk mempertimbangkan kembali Qatar sebagai Tuan Rumah Piala Dunia 2022 dan menetapkan hak-hak pekerja sebagai kriteria dalam penetapan Tuan Rumah Piala Dunia di masa mendatang.

Gerakan ini muncul setelah serangkaian janji yang tidak ditepati dan tidak ada tanda-tanda perubahan dari FIFA ataupun Pemerintah Qatar untuk memperhatikan ratusan pekerja yang sekarat dan ribuan pekerja lainnya yang terluka di Qatar.

Sekretaris Umum ITUC Sharan Burrow mengatakan lebih dari satu juta pekerja migran berhadapan eksploitasi tanpa henti, upah yang memiskinkan, dan penyangkalan terhadap hak-hak pekerja yang paling dasar.

“Langkah yang kami ambil ini bukan langkah yang ringan. Untuk Piala Dunia 2022 , jika tempat pelaksanaan yang baru dipilih dalam dua tahun ke depan, masih ada waktu membangun infrastruktur sampai dengan waktu pertandingan. FIFA harus bertindak sekarang—semakin lama menunda, semakin banyak pekerja yang akan menderita dan mati.

“FIFA dan Qatar sudah sering berbicara perlunya reformasi, tetapi kenyataannya hanya janji belaka. Pemerintah Qatar berjanji memastikan bahwa standar ketenagakerjaan internasional telah terpenuhi, sementara tingkat kematian pekerja kontruksi di Qatar delapan kali lebih tinggi daripada negeri-negeri kaya lainnya,” kata Burrow.

Salinan yang bocor “Piagam Pekerja” yang ditulis oleh panitia penyelenggara Piala Dunia setempat, yang berhasil diperoleh Equal Times, menunjukkan pertentangan antara hukum Qatar dengan kegagalan pemenuhan hak-hak pekerja ataupun perlindungan pekerja dari kondisi-kondisi perbudakan dalam kenyataannya.

Piala Dunia 2022 terganggu oleh kontroversi yang mencuat sejak Qatar ditetapkan sebagai Tuan Rumah Piala Dunia pada Desember 2010.

“Dugaan korupsi dan pembelian suara di antara eksekutif FIFA, menambah ekstrim panasnya situasi yang membahayakan atlet dan pekerja migran yang menerima upah murah dan bahkan perlindungan hukum yang lebih minim, adalah alasan yang cukup bagi FIFA untuk membuka kembali proses pemungutan suara,” kata Sharan Burrow.

The ITUC Equal Times mengkampanyekan www.rerunthevote.org untuk meminta anggota serikat pekerja dan para penggemar sepakbola menekan FIFA agar mengubah tempat penyelenggaraan Piala Dunia.

Qatar dapat mempertahankan diri sebagai kandidat Tuan Rumah Piala Dunia 2022, tapi hanya jika kemenangannya mengkonfirmasi benar-benar telah memenuhi standar ketenagakerjaan dunia dan menghentikan perbudakan dalam pembangunan fasilitas Piala Dunia di negerinya.

Untuk hal ini, kampanye global dilakukan dalam 11 bahasa – Arab, Belanda, Inggris, Perancis, Jerman, Italia, Jepang, Korea, Portugis, Rusia dan Spanyol. Materi kampanye dapat diunduh dari  www.rerunthevote.org. Paket bahan-bahan kampanye bagi anggota afiliasi tersedia, untuk mendapatkannya dapat menghubungi press@ituc-csi.org.

ITUC mewakili 175 juta pekerja dari 156 negara dan teritori dan memiliki 315 afiliasi tingkat nasional.

Sebarkan..

Tinggalkan Balasan