UMK Deliserdang 2015 Masih Tanda Tanya

Category: Uncategorized 15 0

Solidaritas.net | Deliserdang – Meski sudah memasuki tahun baru 2015, namun Upah Minimum Kabupaten (UMK) Deliserdang, Sumatera Utara untuk tahun 2015 masih jadi tanda tanya. Hingga saat ini, besaran nilai UMK Deliserdang 2015 tersebut belum juga jelas titik terangnya. Hal ini disebabkan adanya perbedaan usulan nilai UMK tersebut, sehingga terus terkatung-katung.

kubur upah murah
Foto ilustrasi: Kubur upah murah dan salam 3 juta. © Solidaritas.net / Dwi Heryanto.

Ada dua nilai UMK Deliserdang 2015 yang diusulkan. Yang pertama, sebesar Rp 2.005.000 diusulkan oleh Dewan Pengupahan Daerah (Depeda) Deliserdang, yang di dalamnya terdiri atas unsur pemerintah, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dan serikat pekerja. Lalu, ada pula usulan sebesar Rp 2.045.000 yang dihasilkan oleh Dewan Pakar Anggota Depeda Deliserdang. Karena adanya perbedaan ini, Depeda Sumut masih belum memutuskannya.

Perbedaan ini pun menuai polemik. Baru-baru ini, usulan UMK Deliserdang sebesar Rp 2.045.000 yang direkomendasikan oleh Bupati Deliserdang malah dikembalikan oleh Depeda Sumut. Alasannya, mereka menganggap nilai itu tidak sesuai dengan usulan yang disepakati oleh Depeda Deliserdang sebesar Rp 2.005.000. Akibat polemik ini, akhirnya para buruh juga yang dirugikan, karena terancam tidak bisa menikmati UMK 2015 itu sesuai waktunya.

Menurut Wakil Ketua Depeda Sumut, Ng Pin Pin, polemik ini muncul karena adanya pihak yang melanggar ketentuan yang sebelumnya telah disepakati bersama-sama. Padahal, dasar menaikan UMK di atas standar kebutuhan hidup layak (KHL) telah disepakati ketika Depeda Deliserdang melakukan survei dalam menentukan besaran nilai UMK Deliserdang 2015.

“Yang ditetapkan Disnakertrans Deliserdang telah melanggar kesepakatan usulan unsur Apindo, SB/SP (Serikat Buruh/Serikat Pekerja) dan Pemerintah di Deliserdang. Kami Depeda Provinsi Sumut ditugaskan oleh Gubernur untuk memberikan rekomendasi usulan UMK,” jelas Ng Pin Pin di Medan pada Selasa (06/01/2015), seperti dilansir oleh AnalisaDaily.com.

Sementara itu, Nelson Manalu yang perwakilan dari Serikat Pekerja yang ikut bergabung di Depeda Sumut, menyebut bahwa yang menjadi persoalan bukanlah masalah besar nilainya, melainkan prosedur yang telah dilanggar oleh Disnakertrans Deliserdang. Kantor yang mengurusi soal ketenagakerjaan itu menaikkan usulan UMK itu jadi sebesar Rp 2.045.000.

“Hal itu tertuang dalam dalam Inpres Nomor 9 tahun 2013 tentang Kebijakan Penetapan Upah Minimum dan Permenakertrans Nomor 7 tahun 2013 tentang Upah Minumum, Gubernur dalam menetapkan UMP dan UMK memperhatikan rekomendasi Dewan Pengupahan Provinsi dan rekomendasi bupati/walikota,” ucap Nelson pula menjelaskan.

Pengurus Depeda Deliserdang, Masdalena Lubis, yang turut hadir pula dalam pertemuan membahas UMK Deliserdang 2015 di Kantor Disnakertrans Sumut itu, juga mengaku heran dengan adanya perbedaan usulan nilai UMK Deliserdang 2015 tersebut. Dia mengakui usulan Depeda Sumut soal UMK Deliserdang 2015 memang sebesar Rp 2.005.000.

Yang disepakati unsur Apindo, SB/SP dan pemerintah untuk UMK Deliserdang tahun 2015 sebesar Rp 2.005.000. Dan telah ditandatangani ketiga unsur tersebut. Akan tetapi, saya heran mengapa yang direkomendasikan kepada Bupati Deliserdang atas UMK tahun 2015 sebesar Rp 2.045.000,” kata Masdalena menanggapi polemik UMK Deliserdang 2015 itu.

Akibatnya, tentu para buruh yang dirugikan dalam kondisi ini. Pasalnya, mereka terancam akan memperoleh UMK yang disepakati pada tahun 2014, meskipun sudah berganti tahun.

***

activate javascript

Sebarkan..

Related Articles

Add Comment

close