THR Belum Dibayar Perusahaan, Buruh Kontrak Sawit Ditembak Oknum TNI

Category: Uncategorized 13 0

Jayapura- Marfel Duga (24) seorang buruh kontrak dari PT. Tandan Sawita Papua tewas ditembak oknum anggota Satgas Pamtas Yonif 411/Raider di Kebun 5 Raflesia, Distrik Arso Timur, Kabupaten Keerom, Minggu (20/12). Luka tembak terdapat di paha kiri. Penembakan terjadi di malam hari.

Foto ilustrasi.

Kronologi penembakan dilansir dari Pasific Pos, penembakan itu bermula ketika korban datang dari Sentani menuju barak milik Perusahaan PT. Tandan Sawita Papua di Kebun 5 Raflesia, Sabtu (19/12). Korban kembali ke Perusahaan, karena mendengar Perusahaan telah membagi uang THR pada hari Jumat, pada 18 Desember 2015.

Minggu, (20/12) sekitar pukul 16.30 WIT, Seorang saksi bernama Ely melihat korban bersama kawannya Darius Duga tengah duduk sambil mengkonsumsi minuman keras di barak Kebun 5 Raflesia. Malam harinya, korban yang dipengaruhi minuman keras mulai membuat keributan. Korban merasa tidak terima karena uang THR belum dibayar dari Perusahaan.

Ahirnya, satu jam kemudian, tepatnya pukul 23.00 WIT, korban yang sudah dipengaruhi minuman keras mendatangi kantor Kebun 5 Raflesia dan melemparkan batu ke kaca kantor. Saat itu pula, anggota pengamanan  yang diduga Anggota TNI dari Satgas Pamtas Yonif 411/ Raider mencoba menenangkan korban.

Menurut keterangan saksi Ely Tabuni, korban malah melawan anggota Satgas Yonif 411/Raider, hingga berbuntut penembakan. Saksi mengaku mendengar 2 kali suara tembakan dari arah kantor.

Pasca kejadian, korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Kwaingga, namun nyawanya tak tertolong, karena diduga kehabisan darah. Senin (21/12) jenazah korban masih disemayamkan di kamar jenazah RS Kwaingga Arso Swakarsa menunggu proses lanjut.

Komisaris Besar Polisi Patrige kepala bidang Hubungan Masyarakat Polda Papua, membenarkan adanya dugaan penembakan terhadap karyawan PT. Tandan Sawita Papua di Distrik Arso Timur.

“Memang benar ada informasi itu dan sekarang masih didalami,” kata Patrige, Senin (21/12).

Sebarkan..

Related Articles

Add Comment

close