Ribuan Buruh Makassar Desak Pemerintah Cabut PP No 78/2015

Category: Uncategorized 9 0

Makassar – Ribuan buruh yang tergabung dalam Gerakan Buruh Sulawasi Selatan (GBS) melakukan aksi protes di depan Kantor DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Senin (28/11).

Buruh Makassar Tuntut Cabut PP No 78 Tahun 2015 
        (Foto: Muhammad Ilham)

Aksi yang  dilakukan serikat buruh KSPI, SPSI, KSBSI, KSPSI, FS-Kahutindo, SPN dan GSBN, dan  Solidaritas Masyarakat Untuk Rakyat Indonesia (SAMURAI), menuntut pencabutan Peraturan Pemerintah (PP) No. 78 tentang Pengupahan

Menanggapi aksi yang dilakukan buruh, salah seorang anggota komisi E, Marsuki Waden berjanji akan menindaklanjuti dan melakukan kajian terhadap PP yang disahkan tahun 2015 tersebut.

“Kami akan melakukan kajian akademik terhadap PP 78/2015, dan hasilnya akan kami kirimkan ke pemerintah pusat,” ujar Marsuki saat menerima buruh.

Sementara itu, salah seorang anggota Federasi Gabungan Serikat Buruh Mandiri, Muhammad Ilham mengatakan buruh akan kembali melakukan aksi jika pemerintah mengabaikan keinginan buruh.

“Kami meminta pemerintah menindaklanjuti secepat mungkin. Jika pemerintah tidak seriuas, kami akan kembali turun ke jalan,” ujar Muhammad Ilham.

Selain menuntut pencabutan PP Pengupahan, aksi Gerakan Buruh Sulawesi juga menyerukan pemerintah untuk:

1. Menghapus sistem outsourching
2. Adili pelaku kejahatan ketenagakerjaan.
3. Stop union busting (pemberangusan serikat).
4. Menetapkan peraturan perlidungan Pekerja Rumah Tangga (PRT).
5. Adili oknum pengawas/mediator ketenagakerjaan yang nakal.

Sebarkan..

Related Articles

Add Comment

close