Ratusan Buruh Perempuan PT Seok Hwa Tuntut Pembayaran THR

Category: Uncategorized 15 0

Subang – Aksi mogok kerja buruh PT Seok Hwa masih berlanjut setelah 2 hari sebelumnya para buruh, yang mayoritas perempuan ini, mendirikan tenda di depan pabrik. Ratusan buruh ini juga menyuarakan kekesalan mereka terhadap pihak perusahaan dengan membawa poster beserta spanduk.

Pihak perusahaan sendiri hingga siang hari, masih bertahan dengan keputusannya untuk tidak membayarkan upah dan THR, meski Pemda Kab. Subang telah hadir dalam perundingan.
Pihak perusahaan sendiri menyatakan tidak sanggup untuk membayar upah dan THR buruhnya, meski dalam 2 hari terakhir, terpantau 3 kontainer dan 1 truk berisi material (bahan baku) produksi memasuki area pabrik.

“Kami semua demo untuk menuntut supaya upah dan THR kami dibayarkan. Apalagi sudah mau Lebaran, kami butuh membeli pakaian, sedangkan THR tidak ada. Apa yang bisa kami lakukan lagi? Kami sudah tidak bisa diam, meski kami demo setiap hari, pihak perusahaan tidak mempedulikan kami” ungkap Sri Sulistyawati, salah seorang buruh perempuan di PT Seok Hwa, kepada Solidaritas.net, Rabu (30/06/2016).

Sebelum aksi mogok kerja ini dilakukan, para buruh di PT Seok Hwa, bahkan telah diminta untuk bekerja tanpa di bayar setiap hari Sabtu. Alasan pihak perusahaan agar barang jadi dapat segera dikirim dan mendapatkan pembayaran dari buyer sehingga dapat digunakan untuk membayarkan upah dan THR. Namun setelah permintaan tersebut dipenuhi, upah dan THR tidak juga kunjung dibayarkan oleh pihak perusahaan.

“Hari Selasa lalu, Direktur PT Seok Hwa, mengatakan bahwa THR tidak ada. Sedangkan upah kami selama 6 bulan terakhir juga masih dibayarkan 2 kali saja. Untuk BPJS juga sudah 10 bulan tidak disetorkan, tetapi gaji kami dipotong terus, sehingga tidak bisa dipakai berobat” ujar Ade, buruh perempuan PT Seok Hwa kepada Solidaritas.net, Rabu (30/06/2016).

Informasi terakhir yang didapatkan pada sore hari, pihak perusahaan akhirnya menyetujui untuk membayarkan upah dan THR. Konfirmasi ini didapatkan dari Fanny Rhamdani, seorang buruh perempuan PT Seok Hwa melalui akun faceboknya.

Pewarta: Andri Yunarko

Sebarkan..

Related Articles

Add Comment

close