Polisi Terbanyak Lakukan Kekerasan terhadap Jurnalis

Category: Uncategorized 13 0

Solidaritas.net, Jakarta – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) menyebutkan pelaku kekerasan terhadap wartawan terbanyak adalah aparat kepolisian. Dari 37 kasus yang terjadi dari tanggal 3 Mei 2014 sampai 3 Mei 2015, sebanyak 11 kasus dilakukan oleh polisi.

kekerasan terhadap pers
Foto Ilustrasi. Sumber: aji.or.id

Sementara, 6 kasus dilakukan oleh orang yang tidak dikenal, 4 kasus oleh satuan pengamanan, 4 kasus dilakukan oleh massa dan lainnya oleh berbagai macam profesi. Data ini dirilis pada Hari Kemerdekaan Pers pada 3 Mei 2015 lalu.

Dilansir dari BBC.co.uk, Ketua umum AJI, Suwarjono mengatakan, dirinya khawatir apabila pelaku kekerasan dari pihak kepolisian tidak pernah diadili, maka akan memberi kesempatan kepada kelompok masyarakat lain untuk melakukan hal yang sama. Pihaknya selama ini telah mendorong agar kasus-kasus itu diungkap, tetapi tidak ada satu pun pelaku kekerasan dari pihak kepolisian yang diadili dalam rentang waktu tersebut.

Dilansir dari Rmol.co, beberapa tindakan kekerasan yang dilakukan oknum kepolisian terhadap jurnalis, yaitu:

  1. Kasus ancaman pada redaksi media lokal Ambon Info Baru pada 24 Maret 2015 oleh oknum polisi Ipda SU. Polisi itu mengancam salah satu wartawan, Saleh Tuhuteru karena pemberitaan di koran lokal itu
  2. Kasus kontributor Berita Satu TV, Ibeng di Ternate pada 23 Maret 2015. Ia menjadi korban kekerasan oknum polisi saat meliput reka ulang kasus pembunuhan di wilayah itu
  3. Kasus wartawan media cetak Manado, Marvil Rumerung. Ia dipukul seorang polwan pada 14 Januari 2015
  4. Tindakan polisi yang menggeledah rumah jurnalis Tribun Lampung, Ridwan Hardianyah yang juga Sekretaris AJI Bandar Lampung saat itu langsung dibekap, diborgol, dan diancam akan ditembak karena dituduh menggunakan narkoba

Beberapa kasus lainnya, di luar aksi kekerasan yang dilakukan oleh oknum polisi yaitu:

  1. Kasus wartawan Waspada, Muhammad Hannafiah di Kota Langsa, Aceh, 15 Januari 2015. Mendapat teror di rumahnya dari orang tak dikenal
  2. Kasus wartawan harian Suara Karya, Wisnu Bangun di Banten pada 15 Januari 2015. Ia mengalami percobaan penganiayaan di dalam gedung DPRD Banten oleh oknum anggota dewan
  3. Kasus wartawan tabloid Fokus, Beni Faisal di Lampung. Beni tewas ditembak orang tak dikenal pada 25 Januari 2015
  4. Kasus pelarangan liputan terhadap beberapa wartawan oleh Bupati Batang Yoyok Riyo Sudibyo pada 28 Januari 2015. Yoyok melarang wartawan meliput ribuan nelayan yang melakukan demo menentang aturan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti
Sebarkan..

Related Articles

Add Comment

close