PHK Karena Efisiensi, Buruh Terima Pesangon Dua Kali Ketentuan

Category: Buruh, Kabar 25 0
mahkamah agung
Foto ilustrasi: gedung Mahkamah Agung. © mahkamahagung.go.id

Solidaritas.net, Jakarta – Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) Jakarta kembali memeriksa perkara perselisihan pemutusan hubungan kerja (PHK), kali ini terjadi antara PT Jhonson Home Hygiene Products, yang berkedudukan di Gedung Alianz Tower, Lt. 26, Jl. HR. Rasuna Said Superblok 2, Kawasan Kuningan Persada, Jakarta, dengan Zairianti.

Zairianti adalah buruh PT Jhonson Home Hygiene Products yang telah bekerja sejak tahun 2003 dan hingga perselisihan terjadi, ia menduduki jabatan sebagai Logistic Manager. Perselisihan bermula ketika perusahaan berniat untuk merestrukturisasi departemen logistik dengan menghilangkan jabatan Logistic Manager. Perusahaan pun memberikan 2 opsi kepada Zairianti, yaitu mutasi dengan jabatan baru sebagai Logistic Cost Controller atau PHK dengan pesangon 15 bulan upah.

Zairianti memilih opsi PHK, namun dengan pengajuan kompensasi pesangon sebesar upah per bulan hingga dirinya memasuki usia pensiun atau 72 bulan upah. Permintaan Zairianti ditolak oleh pihak perusahaan dan membawa permasalahan ini ke Disnakertrans. Dalam anjurannya, pihak Disnakertrans menyarankan kepada pihak perusahaan untuk membayar pesangon Zairianti sebesar 2 kali ketentuan pasal 156 ayat (2), uang penghargaan masa kerja 1 kali ketentuan pasal 156 ayat (3) dan uang penggantian hak sesuai pasal 156 ayat (4), ditambah dengan upah selama tidak dipekerjakan, senilai 690 juta rupiah.

Karena masih tidak ditemukan kesepakatan, PT Jhonson Home Hygiene Products mengajukan gugatan PHK ke PHI Jakarta. Melalui putusan nomor 238/PHI.G/ 2013/PN.JKT.PST. tertanggal 8 Mei 2014, Majelis Hakim PHI Jakarta mengabulkan PHK atas Zairianti dan memerintahkan pihak perusahaan untuk membayarkan uang pesangon, uang penghargaan masa kerja dan uang penggantian hak sebesar 608,4 juta rupiah. Majelis Hakim PHI Jakarta menolak gugatan balik Zairianti yang menuntut kompensasi pembayaran upah sampai dengan masa pensiun.

Merasa keberatan dengan putusan PHI Jakarta, Zairianti mengajukan banding ke Mahkamah Agung. Setelah memeriksa perkara, Mahkamah Agung melalui putusan nomor 566 K/Pdt.Sus-PHI/2014 tertanggal 11 Desember 2014, memperbaiki putusan PHI Jakarta dengan menghukum PT Jhonson Home Hygiene Products untuk membayar uang pesangon, uang penghargaan masa kerja dan uang penggantian hak sebesar 608,4 juta rupiah, ditambah dengan upah proses sebesar 24 juta rupiah.

Sumber website Mahkamah Agung

Editor: Andri Yunarko

Sebarkan..

Related Articles

Add Comment

close