Pembebasan Peringati Sumpah Pemuda

Category: Uncategorized 8 0

Jakarta – Pusat Perjuangan Mahasiswa untuk Pembebasan Nasional (Pembebasan) memperingati momentum Sumpah Pemuda. Tidak hanya di Jakarta di beberapa daerah Pembebasan juga melakukan aksi merespon momentum bersejarah itu, Jumat(28/10).

Aksi Pembebasan di Jakarta

Di Jakarta, Pembebasan tergabung dalam Front Aksi Mahasiswa Rakyat (Famrat), menggelar aksi di  depan Istana Negara dengan membentangkan spanduk bertuliskan “Tolak Pemerintahan Agen Imperialis, Lawan Kapitalisme, Lawan Kebangkitaan Militerisme, dan Demokrasi Seluas-Luasnya untuk Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia “.

Famrat juga menyatakan 17 tuntutan, lima diantaranya yaitu:
1.    Lawan komersialisasi pendidikan
2.    Tolak UKT
3.    Wujudkan demokratisasi kampus
4.    Tolak sistem DO
5.    Tolak pembatasan waktu kuliah

Di Makassar, Pembebasan yang tergabung dalam solidaritas aksi masyarakat untuk rakyat Indonesia (SAMURAI) melakukan aksi unjuk rasa di bawah jalan layang (fly over). Massa membawa spanduk bertuliskan “Wujudkan demokrasi sejati, tolak keterlibatan militer di ranah sipil.”

Aksi Pembebasan di Kota Makasar

Massa menuntut persatuan gerakan rakyat, jaminan kebebasan beragama dan berkeyakinan bagi seluruh pemeluk agama tanpa diskriminasi, menolak RUU KAMNAS, cabut UU Penanganan konflik sosial, UU Intelijen dan UU Informasi transaksi elektronik (ITE), cabut UU pendidikan tinggi, hentikan diskriminasi terhadap LGBT, hentikan diskriminasi terhadap kelompok minoritas agama, wujudkan pendidikan ilmiah gratis dan demokratis, cabut PP 78/ 2015, tolak samart parking, hentikan kekerasan terhadap perempuan, tarik militer dari Papua dan berikan hak menentukan nasib sendiri bagi rakyat Papua.

“Bahaya laten militerisme pasca orde baru kini sudah kembali bangkit dan masuk dalam  kehidupan sipil. Hal ini erbukti dengan disahkannya beberapa undang-undang yang meligitimasi pelibatan militer dalam kehidupan sipil,” ujar salah seorang orator, Firman.

Aksi Pembebasan di Palu

Sementara di Palu, Pembebasan tergabung dalam Gerakan Rakyat Pelopor untuk Demokrasi (Gelora Demokrasi) dengan mengusung tema “Refleksi 88 tahun sumpah pemuda: Perluas demokrasi, berikan lapangan pekerjaan yang layak untuk rakyat dan bangun gerakan pemuda kerakyatan”.

Mereka menggelar mimbar bebas di depan kampus Universitas Tadulako (Untad), Gelora demokrasi menyatakan beberapa tuntutan:

1.    Perluas demokrasi untuk Rakyat
2.    Sediakan lapapangan pekerjaan yang layak
3.    Hentikan kekerasan terhadap Bangsa Papua
4.    Berikan bangsa Papua Barat untuk menentukan nasibnya sendiri.

Aksi Pembebasan di Kabupaten Banggai

Di Kabupaten Banggai, Provinsi Sulawessi Tengah, Pembebasan tergabung dalam gerakan mahasiswa parlemen rakyat (GEMPAR). Massa yang tergabung dalam GEMPAR secara tegas mengkritisi massa kepemimpinan Herwin Hatim dan Mustar Labolo selama menjabat sebagai pimpinan tertinggi tingkat Kabupaten.

Aksi Pembebasan di Kepulauan Sula.

“Di bawah pimpinan Herwin Hatim dan Mustar Labolo, pemerintah Kabupaten Banggai tidak mampu menjalankan amanat kesejahteraan rakyat,” ujar Hafid.

Aksi serupa juga dilakukan oleh Pembebasan di Ternate, Kepulauan Sula dan Manado.

Aksi Pembebasan di Manado
Sebarkan..

Related Articles

Add Comment

close