KPRI Calonkan Marlo Sitompul Jadi Gubernur Jakarta di Pilkada 2017

Category: Uncategorized 10 0
konferensi wilayah SPRI marlo sitompul
Konferensi KPRI yang diisi dengan orasi politik Marlo Sitompul, Gedung Juang, Jakarta, 6 September 2015. Foto: Marlo Sitompul.

Solidaritas.net, Jakarta – Meski masih dua tahun lagi, namun Serikat Perjuangan Rakyat Indonesia (SPRI) ternyata sudah memiliki calon untuk bertarung dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta pada tahun 2017 nanti. Organisasi massa ini bersama partisipannya dalam Konfederasi Pergerakan Rakyat Indonesia (KPRI) akan mengusung Ketua Umum SPRI Marlo Sitompul untuk maju sebagai calon Gubernur DKI Jakarta melalui jalur independen.

“Iya, rencananya SPRI dan KPRI akan mengusung Marlo melalui jalur independen pada Pilgub (Pemilihan Gubernur) DKI Jakarta 2017,” ungkap Sekretaris Jenderal SPRI, Dika Mohammad saat dihubungi oleh Solidaritas.net melalui Facebook-nya, Minggu (13/9/2015).

Rencana pencalonan Marlo ini sendiri sudah disampaikan dalam KPRI di Jakarta pada 5-6 September 2015 lalu. Dalam kesempatan itu, aktivis tersebut pun sempat menyampaikan orasi politiknya. Menurut Dika, mereka mengusung Marlo, karena dinilai cukup memahami persoalan warga Jakarta, sehingga akan bisa mendapatkan dukungan dari masyarakat.

“Marlo memahami persoalan persoalan warga Jakarta. Selain itu, Marlo juga cukup dikenal sebagai pimpinan serikat yang setia membela kepentingan warga miskin Jakarta. Kemungkinan besar dukungan akan banyak didapat dari kelompok buruh dan rakyat miskin. Tantangan terberatnya bagaimana bisa meraih dukungan dari kelas atas yang mayoritas jadi penduduk DKI Jakarta,” tambah Dika lagi memberikan keterangan kepada Solidaritas.net.

Dia juga mengatakan, mereka akan mengadakan konvensi untuk menetapkan Marlo sebagai calon Gubernur DKI Jakarta 2017 pada Desember 2015 nanti. Namun, hingga saat ini Dika mengaku mereka belum menemukan calon wakil untuk Marlo. Makanya, dia memanggil semua massa anggota SPRI dan warga miskin lainnya untuk terlibat dalam konvensi itu.

“Lepas dari itu yang penting buat kami adalah kami memiliki kesempatan luas untuk menyuarakan kepentingan rakyat dan program-program alternatif. Selain itu, kami dapat meyakini rakyat Jakarta bahwa dengan organisasi dan persatuan rakyat dapat bertarung memperebutkan kekuasaan yang selama ini dimonopoli elit,” pungkas Dika soal tujuannya.

Sebarkan..

Related Articles

Add Comment

close