Komite Satu Mei Tuntut Pembagian Kekayaan Nasional untuk Buruh dan Rakyat

Category: Uncategorized 9 0
Aksi Komite Satu Mei pada May Day 2016. Foto: Dwi. 

Jakarta – Hari Buruh Sedunia 2016 kembali diperingati dengan mobilisasi massa turun ke jalan, Minggu (1/5/2016), di Jakarta. Sudah dua tahun May Day ditetapkan sebagai hari libur nasional, namun hal itu bukan cerminan dari pencapaian kesejahteraan buruh. Nyatanya buruh hanya diberi jatah kenaikan upah sesuai angka inflasi dan pertumbuhan ekonomi setiap tahunnya, bukan mengacu pada perolehan keuntungan pengusaha.

Berhubung May Day tahun ini bertepatan dengan hari Minggu, maka buruh yang menjadikan Bundaran Hotel Indonesia (HI) sebagai rute aksi harus menunggu hingga Car Free Day berakhir pada jam 11 siang, barulah dapat melintasinya.

Arak-arakan buruh yang datang sebelum jam 11 terpaksa langsung menuju lapangan Monas dan keluar melewati pintu utama depan patung kuda Indosat, lalu menuju Istana. Arak-arakan massa Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) terlihat bergerak ke Istana, lalu melanjutkan ke stadion Gelora Bung Karno (GBK) untuk menghadiri May Day Fiesta pada pukul 12.30 WIB.

Massa Komite Politik Buruh Indonesia telah mencapai Istana, disusul Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI). Lalu, menyusul Komite Satu Mei dan Gabungan Serikat Buruh Indonesia. Solidaritas.net sendiri mengikuti arak-arakan massa Komite Satu Mei.

Para pimpinan organisasi dan serikat buruh Komite Satu Mei berorasi bergantian dalam perjalanan menuju Istana. Presiden Aliansi Buruh Kontrak Menggugat (ABKM) menegaskan pentingnya memperjuangkan nasib buruh kontrak yang mendapatkan diskriminasi di pabrik. Ia juga mengkritik pimpinan serikat buruh yang selama ini mengabaikan nasib buruh kontrak.

“Gulingkan pimpinan serikat buruh yang tidak memperjuangkan buruh kontrak dan buruh outsourcing,” tegas Mujiyo.

Komite Satu Mei memperjuangkan “Demokrasi seluas-luasnya demi pembagian kekayaan nasional untuk buruh dan rakyat”. Komite ini mendefinisikan kekayaan nasional sebagai segala sesuatu yang telah dihasilkan oleh kerja kaum buruh dan rakyat serta segala potensi ekonomi yang terdapat di Indonesia. Ini mencakup kekayaan sumber daya alam, kekayaan sumber daya manusia, kekayaan keuangan, serta kekayaan barang, teknologi, produk hukum, politik dan kebudayaan, serta ilmu pengetahuan di Indonesia.

Penguasaan terhadap alat-alat produksi dan sumber daya alam oleh segelintir korporasi telah mengakibatkan dikuasainya kekayaan yang menentukan hajat hidup orang banyak. Oleh sebab itu, dibutuhkan distribusi kembali kekayaan nasional kepada rakyat melalui sejumlah langkah, yakni upah layak nasional untuk memberikan bagian yang lebih besar kepada buruh berdasarkan keuntungan perusahaan; reforma agraria untuk memberikan tanah kepada petani penggarap; pajak progresif yang menarik pajak yang lebih tinggi terhadap keuntungan pemodal besar; pembangunan industri nasional yang disiapkan untuk mengelola sendiri kekayaan alam, serta; peningkatan subsidi dan fasilitas untuk untuk buruh dan rakyat, khusus di pedesaan.

Pemenuhan terhadap tuntutan ini diperjuangkan melalui gerakan massa yang membutuhkan demokrasi seluas-luasnya. Penghalangan mobilisasi, penangkapan dan usaha pemenjaraan aktivis yang berdemonstrasi adalah bentuk-bentuk tindakan negara yang memukul mundur demokrasi. Demokrasi adalah tuntutan yang tak bisa dikompromikan karena menjadi landasan bagi berkembangnya kemajuan manusia dan gerakan. Solidaritas terhadap demokrasi harus menjadi tanpa batas yang diberikan kepada kelompok manapun.

“Kita memberikan dukungan kepada 26 buruh dikriminalisasi meskipun tidak satu barisan dengan kita,” kata Surya Anta dalam orasinya. 

Aksi Komite Satu Mei dimeriahkan oleh aksi pantomim “lawan kriminalisasi” dan pentas musik dari Serikat Kebudayaan Masyarakat Indonesia (SEBUMI). Sejumlah lagu andalan SEBUMI, seperti “Kalau Ngga Janji,Ngga Menang” dan “Militansimu” menghibur massa aksi. SEBUMI juga mempersembahkan ratusan bendera yang disablon dengan teknik cukil kayu dan spanduk besar yang dilukis berwarna-warni. Hal ini menunjukan bahwa perlawanan buruh dan rakyat mampu mengembangkan kebudayaannya sendiri.

Suasana aksi sempat memanas. Terjadi aksi saling dorong antara buruh KASBI dengan pasukan kepolisian di depan Istana selama beberapa menit akibat dari aksi saling lempar. Satu orang anggota Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), Ryan Agassi, mengalami luka serius dan dirawat di rumah sakit akibat dikeroyok oleh buruh yang terpancing dengan tuduhan “provokator” dari polisi.

Menurut kronologis yang dirilis oleh LMND DKI Jakarta,  polisi meneriaki Ryan “provokator” sehingga buruh langsung memukulinya. Setelah itu, ia juga dipukuli oleh polisi dan diamankan ke pos polisi. Saat ini, Ryan dirawat di rumah sakit Abdi Waluyo, Menteng, tanpa ada pihak yang bertanggung jawab.

Sebarkan..

Related Articles

Add Comment

close