Kisah Dramatis Penyelamatan Suwindari, TKI di Arab Saudi

Category: Uncategorized 20 0

Solidaritas.net, Arab Saudi – Perlakuan keras dari majikannya selalu menjadi momok yang menakutkan bagi setiap tenaga kerja Indonesia (TKI) yang bekerja sebagai buruh migran di luar negeri. Hingga saat ini, masih banyak buruh migran Indonesia (BMI) yang mendapatkan penyiksaan dari majikan tempat mereka bekerja. Bahkan, tidak sedikit dari mereka yang meninggal.

penyelamatan suwindari
Suwindari. (Sumber foto: KBRI Riyadh)

Selain kasus penyiksaan, masih banyak lagi masalah lainnya yang menimpa para BMI di luar negeri. Salah satunya, seperti dialami Suwindari (26), salah seorang tenaga kerja wanita (TKW) Indonesia yang bekerja di Arab Saudi. Perempuan yang bekerja di Sakaka, Provinsi Al Jouf itu tidak diperbolehkan pulang ke kampung halaman oleh majikannya selama 12 tahun.

Untuk membantunya, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Riyadh pun akhirnya turun tangan untuk aksi penyelamatan Suwindari dari jeratan majikannya. Penyelamatannya pun bisa dibilang sangat dramatis. Pasalnya, Tim Perlindungan WNI KBRI Riyadh harus melakukan perjalanan darat sangat jauh dan mencoba berbagai cara untuk menyelamatkan Suwindari.

“TKW yang berhasil diselamatkan tim, namanya Suwindari Bt. Subarnik Sukardi. Selama bekerja 12 tahun, dia tidak pernah diijinkan untuk pulang ke Indonesia,” ungkap Sekretaris Ketiga Chairil Anhar Siregar yang memimpin Tim Perlindungan WNI KBRI Riyadh dalam siaran persnya, seperti dikutip Solidaritas.net dari portal Detik.com, Rabu (11/03/2015).

Diceritakan Chairil, Suwindari berangkat ke Arab Saudi pada tahun 2002 saat masih berusia 14 tahun. Namun, dia berangkat dengan data berbeda di paspornya, yang tertulis kelahiran tanggal 6 Mei 1976. Padahal, sebenarnya dia lahir pada tahun 1988. Di Arab Saudi, dia bekerja pada majikan yang bernama Faisal Jaza Sali Al Abed. Selama bekerja, ternyata dia tidak pernah diizinkan untuk pulang ke Indonesia, meski sudah sering meminta hal tersebut.

Saat mendapat kabar ibunya sakit pada tahun 2012, Suwindari sempat akan pulang ke Indonesia. Namun, kepulangannya gagal, karena paspornya sudah kadaluwarsa dan belum memiliki Izin Meninggalkan Kerajaan Arab Saudi (Exit Only). Hingga saat ini, sudah 12 tahun lebih dia tak pulang ke Tanah Air. Upaya penyelesaian permasalahan melalui jalur diplomatik yang dilakukan KBRI sama sekali tidak mendapat tanggapan dari Pemerintah Arab Saudi.

Pada akhirnya, Tim KBRI pun turun langsung ke lapangan untuk menindaklanjutinya pada 26 Februari 2015. Perjalanan dari Riyadh ke Sakaka menempuh jalan darat sejauh 1.100 km. Awalnya, mereka mendatangi Kepolisian Resor Aziziyah dan menemui kepalanya, Saud Abdulaziz Al Zaban. Tim KBRI lalu menjelaskan permasalahan Suwindari dan majikannya. Karena mengenalnya, Saud menghubungi Faisal dan meminta agar Suwindari didatangkan.

Dengan bantuan istri dan anak dari Faisal, Suwindari pun berhasil dibawa ke kantor polisi yang dipimpin Saud. Usaha ini melalui proses yang dramatis, karena harus melompati jendela rumah dan membobol mobil Faisal untuk mendapatkan dokumen milik Suwindari.

“Saat ini Suwindari telah menerima seluruh gaji dan membawa barang-barang miliknya, dan sementara ditampung di RUHAMA (Rumah Harapan Mandiri) yang dikelola KBRI Riyadh untuk menunggu jadwal kepulangannya ke Indonesia,” tambah Chairil menjelaskannya.

Sebarkan..

Related Articles

Add Comment

close