Kerap Direpresi Polisi, Ini Pernyataan Sikap AMP

Category: Uncategorized 10 0

aliansi mahasiswa papuaSolidaritas.net, Jakarta – Dalam menangani aksi massa yang dilakukan oleh mahasiswa Papua, kepolisan Republik Indonesia (RI) kerap kali melakukan tindakan represi. Berkaitan dengan itu, Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) menyatakan sikap dan beberapa tuntutannya.

Dalam melaksanakan aksi massa untuk memperjuangkan keadilan, AMP kerap direpresi oleh pihak kepolisian. AMP mengalami penangkapan, pemenjaraan, teror intimidasi dan berbagai macam kejahatan lainnya.

Pada 19 Desember 2015 terjadi penangkapan terhadap 23 orang anggota AMP yang sedang menggelar aksi damai untuk menolak Tri Komando Rakyat (Trikora). Padahal AMP telah mengirimkan surat pemberitahuan aksi dengan nomor surat. No: 06/KK-AMK-jkt/Pemb/XII/2015, kepada kasat intelkam Polda Metro jaya pada 17 Desember 2015.

Itu merupakan penangkapan kedua terhadap AMP selama bulan Desember 2015. Setelah sebelumnya terjadi pula penangkapan terhadap 306 massa AMP yang tengah menggelar aksi damai menuntut hak menentukan nasib sendiri untuk rakyat Papua. (Baca Juga: Tuntut Hak Menentukan Nasib Sendiri untuk Rakyat Papua, Ratusan Massa AMP Ditangkap)

Oleh karena itu, AMP menyatakan sikap dan menuntut agar negara Indonesia bertanggung jawab atas hal tersebut. Berikut pernyataan sikap AMP:

  1. AMP mendukung penuh semua perjuangan kaum Buruh, Tani, Nelayan Sipil kota,Perempuan, Pemuda/mahasiswa, rakyat indonesia dan yang meninginkan adanya hak-hak demokratis dan HAM.
  2. AMP menolak dan melawan segala bentuk penindasan dan penghisapan terhadap manusia di dunia.
  3. AMP mendukung tanpa syarat Penghapusan kolonialisme dan milterisme didunia.
  4. Segera buka Ruang demokrasi yang seluas-luasnya bagi rakyat Indonesia dan hak menentukan nasib sendiri bagi rakyat Papua.
  5. Hentikan  penculikan, penangkapan sewenang-wenang terhadap seluruh aktivis AMP dan aktivis pro demokrasi di Seluruh wilayah Indonesia.
  6. Hentikan tindakan teror  dan intimidasi terhadap semua aktivs AMP dan aktivis pro demokrasi lainnya.
Sebarkan..

Related Articles

Add Comment

close