Hari Pertama Mogok Nasional, Buruh Bekasi Kecewa

Category: Uncategorized 7 0
ejip sepi
Kawasan EJIP sepi, pantauan Solidaritas.net jam 13.00-15.00 WIB.

Solidaritas.net, Kabupaten Bekasi – Hari pertama mogok nasional, Selasa (24/11/2015), yang digaungkan oleh serikat-serikat yang tergabung dalam Gerakan Buruh Indonesia (GBI), tidak berjalan sebagaimana mestinya di Kabupaten Bekasi. Masih banyak buruh pabrik anggota serikat yang tidak berhenti produksi, sebagian kecil buruh yang duduk di depan pabrik masing-masing seolah-olah menjaga pabrik belaka, serta banyak yang membubarkan diri pada pukul 14.00 WIB.

“Cuma nongkrong didepan gerbang. Sebagai benteng kalau kalau ada yang sweeping. Yang didalam tetap produksi, mana hakekat mogoknya,” kata Indra, salah seorang buruh yang bekerja di pabrik di kawasan East Jakarta Industrial Park (EJIP).

Kawasan Hyundai dan Delta Silicon, buruh bekerja seperti biasa. Begitu pula di kawasan MM2100 masih banyak pabrik yang berproduksi dan banyak pula yang meliburkan pabriknya, seperti PT Gunung Garuda Steel yang meliburkan buruhnya selama 4 hari. Buruh Yamaha Music di kawasan MM2100, terlihat di depan pabrik dengan membunyikan marching band. 

buruh yamah
Buruh Yamaha membunyikan alat musik marching band. Kredit: Urbancikarang.com.

Di kawasan Jababeka, sepi dari aktivitas konvoi dan sweeping. Sweeping pabrik sama sekali tidak terjadi. Terlihat sekelompok buruh Triwall yang berkonvoi dan kemudian beristirahat shalat, serta sekelompok buruh anggota FPBI di dekat Unilever. Beberapa pabrik yang kelihatan beraktivitas mogok di kawasan ini adalah PT Yasufuku, PT Samoin, PT Daelim dan PT Mitratama.

Di kawasan Gobel, buruh terkonsentrasi di depan pabrik masing-masing, berkonvoi dan tanpa aktivitas sweeping. Di kawasan EJIP, jalanan sepi dari aksi buruh, puluhan buruh berkumpul di depan pabrik, duduk-duduk, ngopi dan merokok. Jalanan kawasan EJIP sempat ramai pada sore hari oleh buruh-buruh NGK yang membentangkan spanduk setelah pergantian shift.

massa buruh keluar shift 1
Massa buruh shift 1 keluar pabrik di kawasan EJIP, membentangkan spanduk. Kredit: Urbancikarang.com

Rencananya, buruh bersiaga di depan pabrik dari pagi sampai siang hari, kemudian konvoi menuju Pemda setelah di dalam pabrik selama setengah hari. Namun, buruh kesulitan melakukan konvoi karena dibubarkan oleh polisi.

Sehari sebelumnya, aparat telah menyiagakan pasukan, tenda di depan pabrik, dan water canon di sejumlah titik vital seperti pintu tol. Aparat keamanan juga terlihat sigap dalam membubarkan arak-arakan massa buruh sehingga buruh sulit terkonsentrasi menjadi massa yang besar. Setiap ada gerakan yang memungkinkan buruh terkonsentrasi dan bergerak, langsung dibubarkan.

“Saya jam 13:30 konvoi bersama,(yi shen ama thuanghine) masuk ejip….di ejip pada kumpul di depan pt,dan msh ada yg kerja.pas sampai pertigaan supra.di hadang,dibubarin polisi.kemudian kita merapat ke perempatan kalbe yg ada hanya kawan2 delta.tak lama delta juga dibubarin.kemudian kawan ejip baru merapat. Kayaknya strategi kita ada yg salah,” kata buruh bernama Dwiyanto.

Polisi melakukan pembubaran paksa dengan menggunakan motor trail dan semprotan merica, seperti yang terjadi pada konvoi buruh di kawasan Hyundai.

Jam 13:00 kami puk kecil menberanikan diri keluar jemput kawan2 kyosha lalu kami keliling kawasan hyundai menjemput kawan2 yg sudah siap konvoi, apa yg terjadi waktu kami baru sampai di depan pt sanoh hyundai. Ada kabar kawan kita yg di depan sdh nyampe bunderan hyundai langsung di bubarkan brimob mereka menendangi motor kawan2 yg sedang konvoi. Lalu kami putar arah melanjutkan konvoi ke delta 2. Tp kawan2 malah balik kandang. Di karenakan ormas dan polisi sdh menghadang rombongan konvoi,” kata Adhi.

Keterlibatan ormas yang mengatasnamakan masyarakat pribumi terlihat kental. Sehari sebelum pemogokan, 200an massa yang mengatasnamakan Masyarakat Bekasi Bersatu (MBB) melakukan aksi ke kantor Pemda Kabupaten Bekasi menuntut pemerintah bersikap tegas terhadap demonstrasi buruh. Bukan kali ini saja ormas terlibat dalam pembubaran paksa aksi dan pemogokan buruh. Sejak tahun 2012, ormas-ormas menjadi kekuatan pengusaha untuk melindungi pengusaha dan mengamankan pabrik dari mogok dan demonstrasi buruh.

Masih banyaknya pabrik yang beroperasi (terutama dari pabrik besar), tak ada sweeping dan sepi dari konvoi, mogok yang ganti hari, membuat buruh menjadi kecewa dan buruh Bekasi pun menjadi sasaran cemohan. Pasalnya, Bekasi dinilai sebagai barometer gerakan buruh Indonesia. Apalagi, kawasan industri terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara adalah Kabupaten Bekasi. Sedangkan, gerakan mogok di Karawang yang kelihatan begitu bersemangat dan melumpuhkan jalanan kawasan, di Bekasi malah sebaliknya.

“Banyak yg bertanya2?? Ada apa kab.BEKASI.. dulu barometer perjuangan BURUH?” kata buruh bernama Hambali.

“Cuma gembar-gembor di sosmed doang prakteknya nol besar intruksi tinggal intruksi…monas cuma slogan aja.. kecewa berat,” kata Aisyah.

Mogok nasional ini pun ternyata hanya berlangsung satu shift. Buruh-buruh  shift 2 dan shift tiga yang bekerja dari pukul 5 sore hingga pagi hari, dapat kembali bekerja seperti biasa.

Saking kecewanya, foto poster “mogok mitos” pun beredar di media sosial Facebook. 

mogok mitos

Mogok nasional ini direncanakan berlangsung dari tanggal 24-27 November 2015. Kita lihat saja besok apa yang terjadi.

Simak foto-foto mogok di Kabupaten Bekasi lainnya di Galeri di bawah ini:

Sebarkan..

Related Articles

Add Comment

close