Demo PT Juishin, Ketua DPC PPMI Karawang Ditangkap Polisi

Category: Uncategorized 25 0

Bekasi – Ketua DPC Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI) Kabupaten Karawang, Wahidin direpresi oleh oknum polisi saat tengah memimpin aksi unjuk rasa di PT Juishin Indonesia yang beralamat di Bojongmangu, Bekasi, Selasa (23/2/2016). Bukan hanya Wahidin, lima orang anggota PPMI lainnya juga mengalami hal serupa.

Wahidin nampak berdebat dengan pihak
kepolisian. Sumber foto: pranala ini

Sekitar pukul 09.30 WIB, 700 orang anggota PPMI dari Karawang memulai aksinya. Massa menggunakan sepeda motor dan sebuah mobil komando. Awalnya aksi yang diisi dengan orasi, tausiah, dan pencerahan tentang ilmu ketengakerjaan ini berlangsung lancar dan damai.

Namun, suasana berubah menjadi tegang setelah oknum Kasat Intel Polres Kabupaten Bekasi, marah-marah, secara emosional berteriak-teriak dan provokatif kepada massa aksi. Oknum tersebut terus melakukan upaya provokasi dan memaksa massa membubarkan aksi unjuk rasa dengan alasan tak berizin.

Padahal, Wahidin selaku penanggung jawab telah menunjukkan tanda terima surat pemberitahuan aksi ke Mabes Polri, Polda Metro Jaya, bahkan ke Polres Kabupaten Bekasi. Wahidin juga menjelaskan, bahwa sesuai aturan dan sebagaimana aksi-aksi sebelumnya berlangsung, saat unjuk rasa maka yang berlaku adalah pemberitahuan aksi, bukan izin dari Polri.

Alasan itu tetap tidak diterima, Wahidin justru dikeroyok oleh Kasat Intel, beberapa oknum polisi Polres Kabupaten Bekasi, oknum manajemen perusahaan, juga petugas keamanan PT Juishin. Bahkan terjadi penembakan dan pemukulan yang menyebabkan lima orang anggota PPMI terluka.

Menanggapi hal itu, Presiden PPMI Ir. Ahmad Fuad Anwar mengatakan, aksi oknum polisi telah melanggar Hak Asasi Manusia (HAM).

“Tindakan oknum Kasat Intel dan Polisi Kabupaten bekasi jelas tidak pidana dan melanggar ham. Ini sangat Melukai pekerja dan masyarakat serta Merusak citra POLRI yg saat ini sedang dibangun dengan baik. Tindakan Oknum Kasat Intel Bekasi bukan saja sangat tidak pantas tapi wajib dihukum Karena jelas sangat provokatiif,” ujarnya dilansir dari ppmikrw.com

Sebarkan..

Related Articles

Add Comment

close