Debu Silika Bisa Sebabkan Kematian Buruh

Category: Uncategorized 24 0

Solidaritas.net – Banyak buruh pabrik yang tidak menyadari bahwa pekerjaannya dapat mengancam keselamatannya, bahkan membahayakan nyawanya sendiri. Berbagai risiko bisa terjadi kapan saja saat mereka bekerja, yang dapat mengakibatkan terjadinya berbagai penyakit hingga jadi penyebab kematian mendadak maupun perlahan-lahan. Risiko itu bisa menjadi lebih besar, jika buruh pabrik dan pengusahanya mengabaikan faktor-faktor keselamatan dan kesehatan kerja.

buruh pekerja bangunan tidak pakai masker
Buruh pekerja konstruksi tidak menggunakan masker (foto ilustrasi). © raminterior.com

Baru-baru ini, salah satu penelitian mengungkap fakta bahwa debu silika bisa menjadi penyebab kematian bagi para buruh pabrik dalam menjalankan pekerjaannya. Seperti dikutip dari website Asian Network for The Rights of Occupational and Environmental Victim, www.anroev.org, akademisi dari University of Stirling, Inggris melakukan penelitian dan menemukan fakta lebih dari 1.000 buruh bisa meninggal setiap tahun karena debu silika.

Bahkan, hasil penelitian yang telah dipublikasikan di Hazards Magazine itu disebutkan kesehatan ratusan ribu buruh terancam akibat debu silika yang dapat menyebabkan kanker ini, terutama karena tidak mendapat perlindungan yang memadai selama bekerja. Silika, atau disebut juga “Silikon Dioksida” (SiO2, dalam ilmu kimia) merupakan campuran mineral yang terdiri dari Silikon (Si) dan Oksigen (O2), dan biasanya berupa butiran debu atau pasir.

Dalam dunia kerja, debu silika ini banyak dihasilkan dalam pekerjaan yang berhubungan dengan batu, beton, batu bata, pasir, keramik, serta besi dan baja. Meskipun hanya berupa debu atau pasir, namun debu silika ini terkenal sangat keras dan tajam. Makanya, akan sangat berbahaya jika terhirup oleh buruh pabrik saat mereka bekerja. Itulah yang selama ini banyak terjadi, sehingga debu silika bisa menyebabkan kematian ratusan ribu buruh.

Bahkan, menurut Profesor Rory O’Neill dan Profesor Andrew Watterson dari Grup Penelitian Kesehatan dan Keselamatan Kerja dan Lingkungan (Occupational and Environmental Health and Safety Research Group) University of Stirling Kerja, yang melakukan penelitian tersebut, debu silika ini menjadi penyebab kematian kedua terbanyak akibat penyakit kanker yang disebabkan oleh lingkungan kerja. Sehingga, bahaya debu silika ini harus diwaspadai.

Tak hanya dapat mengakibatkan kanker, debu silika juga bisa menyebabkan berbagai penyakit lain, jika terpapar dan terhirup secara langsung oleh para buruh dalam waktu yang lama. Beberapa di antaranya, seperti tuberkulosis, penyakit ginjal, penyakit paru obstruktif kronis, dan arthritis. Selain itu, penyakit yang juga banyak terjadi disebabkan oleh paparan debu silika ini adalah silikosis, yang ditandai dengan gejala sesak nafas dan batuk-batuk.

Oleh karena itu, sangat penting untuk memperhatikan keselamatan dan kesehatan saat bekerja. Meski menjadi tanggung jawab perusahaan, namun para buruh juga harus proaktif dalam memastikan perlindungan atas dirinya selama bekerja. Banyak upaya yang bisa dilakukan, salah satunya dengan menggunakan alat pelindung diri berupa respirator (masker anti debu) yang dilengkapi filter, sehingga dapat mencegah terhirupnya debu silika. Jadi, gunakan lah masker berkualitas yang memenuhi standard kesehatan, bukan masker abal-abal.

Jika perusahaan tidak menyediakannya, maka buruh berhak memintanya kepada perusahaan. Selain itu, buruh juga harus memastikan sudah memiliki jaminan kesehatan dari perusahaan dan mendapat pemeriksaan kesehatan secara berkala. Karena menurut Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, Pasal 35 Ayat (3), perusahaan memang wajib melindungi keselamatan dan kesehatan para pekerjanya.

Sebarkan..

Related Articles

Add Comment

close