Buruh Nonton Senyap Bareng di Kamar Kost

Category: Uncategorized 9 0

Solidaritas.net | Cikarang – Mujiyo, buruh kontrak asal Cikarang mendapatkan kiriman film Senyap, Kamis (15/1/2015) dari panitia pemutaran film Senyap. Ia dan lima rekannya pun langsung memutarkan film ini di kamar kontrakannya yang sederhana.

buruh nonton senyap
Buruh nonton film Senyap. © Solidaritas.net / Mujiyo.

Sekitar seminggu sebelumnya, Mujiyo mendatangi ke kantor Media Center Solidaritas.net untuk meminta bantuan agar nama dan alamatnya didaftarkan ke website filmsenyap.com. Permintaannya langsung diproses karena ia bersedia memutarkan film ini bersama rekan-rekannya.

Saat nonton senyap di kamar kostnya, ia menyediakan kopi gratis untuk teman-teman yang diundangnya. Menurutnya, film ini memberikan informasi mengenai sejarah masa lalu yang tabu dibicarakan.

“Saya sebenarnya bingung mau bilang apa. Setelah nonton film senyap, kita jadi tau apa yang diajarkan di sekolah mengenai PKI itu tidak benar. Ternyata, tidak seperti yang diomongkan orang dan guru-guru sejarah, dulu. Teman saya yang ikut nonton juga bilang begitu,” ujarnya.

Di film Senyap juga sedikit disinggung mengenai Sumatera Utara yang menjadi basis gerakan buruh perkebunan sebelum 1965. Namun, semua itu berubah drastis setelah pembantaian 65.

Solidaritas.net Media Center (SMC) membantu buruh untuk menonton film Senyap dengan tujuan untuk pembelajaran sejarah demi masa depan yang lebih baik dan memperjuangkan demokrasi.

“Kami mengharapkan agar buruh yang menonton film Senyap dapat meluaskan cerita ini kepada orang tua, kakek dan orang tua yang masih hidup di kampung. Biasanya mereka ketakutan membicarakan soal 65 ini meskipun mereka tahu kebenarannya,” kata Wahyu, pengurus SMC yang aktif mengorganisir pemutaran film Senyap dan Kelompok Baca Bumi Manusia (KBBM) di Cikarang.

Wahyu juga mengharapkan agar terjadi dialog dan keterbukaan antara buruh yang menonton film Senyap dengan keluarga korban pembantaian yang masih hidup dan tahu peristiwa ini.

“Banyak keluarga buruh yang terutama di tinggal di kampung, yang keluarganya dibantai. Dengan dialog ini, diharapkan menghilangkan beban masa lalu, bahwa mereka tidak bersalah,” ungkapnya.

***

activate javascript

activate javascript

Sebarkan..

Related Articles

Add Comment

close