Bertemu Donald Trump, Pimpinan DPR Bisa Dijatuhi Sanksi Pemecatan

Category: Uncategorized 8 0
kampanye donald trum
Ketua DPR Setya Novanto (kiri) menghadiri upacara sumpah kesetiaan Kandidat presiden A.S, Donald Trump (depan), di Trump Tower, New York, 3 September 2015. Victor J. Blue/Bloomberg via Getty Images

Solidaritas.net, Jakarta- Kehadiran Ketua DPR Setya Novanto dan Wakil Ketua DPR Fadli Zon dalam jumpa pers kampanye yang digelar bakal calon presiden Amerika Serikat dari Partai Republik, Donald Trump, masih terus dihujani kritikan. Bahkan Perwakilan empat fraksi di DPR RI yakni PPP, PDI-Perjuangan, PKB dan Nasdem melaporkan keduanya ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD), Senin (7/9/2015).

Dilaporkannya Fadli dan Setya ke MKD karena MKD dianggap dapat memberikan sanksi kepada pimpinan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) dan anggota yang dinyatakan bersalah.

Politisi PDIP, Adian Napitupulu di sela-sela melaporkan Setya Novanto dan kawan-kawan ke MKD di kompleks parlemen Senayan, mengatakan dilaporkannya pimpinan DPR ke MKD, selain karena ulah pimpinan DPR dianggap melanggar etika, pelaporan tersebut juga ujian terhadap keseriusan MKD.

“Kita menguji keseriusan MKD untuk mengusut kasus ini. Ini sudah pelanggaran serius,” dilansir dari Beritasatu.com.

Sesuai Pasal 62 tentang sanksi Peraturan DPR RI No 1 Tahun 2015 disebutkan, MKD dapat memberikan sanksi kepada pimpinan AKD dan anggota yang dinyatakan bersalah. Jenis Sanksi yang dapat diberikan kepada pimpinan AKD dan anggota yang dinyatakan bersalah yaitu:

a. Sanksi ringan dengan teguran lisan maupun tertulis
b. Sanksi sedang dengan pemindahan keanggotaan pada AKD atau pemberhentian dari jabatan pimpinan DPR atau pimpinan AKD dan diumumkan ke publik.
c. Sanksi berat dengan pemberhentian sementara paling singkat 3 bulan atau pemberhentian sebagai anggota.

Menurut Adian, sesuai Peraturan DPR, Novanto Cs bisa terkena sanksi pemecatan. Sebab, pelanggaran etika merupakan pelanggaran berat. Ia juga membela Shamsi terkait dengan ancaman yang dilayangkan Wakil Ketua DPR Fadli Zon yang dikutip dan diunggah Shamsi di Facebook.

Baginya, kritik yang dilayangkan Shamsi bukanlah suatu kesalahan.

“Apa salah Shamsi Ali? Kesalahan Shamsi Ali adalah karena ia mengecam Ketua dan Wakil Ketua DPR yang hadir di kampanye raja judi. Kesalahan Shamsi Ali hanya satu, yaitu ia berkata BENAR!” tutur Adian dalam komentar tertulisnya.

Sebarkan..

Related Articles

Add Comment

close