Banyak Kasus Perburuhan Tak Tuntas, Buruh di Medan Demo

Category: Uncategorized 36 0

Solidaritas.net | Medan – Permasalahan dan pergolakan di kalangan buruh semakin hari semakin meningkat. Dengan banyaknya kasus-kasus ketenagakerjaan yang tidak dapat di tuntaskan oleh pemerintahan, mendorong kesadaran kaum buruh di Medan, Sumatera Utara, untuk turun kejalan menggelar aksi di berbagai tempat pusat pemerintahan dan penyelenggara peraturan Negara di daerah itu.

demo buruh di tol bitung
Demo buruh (ilustrasi) © Liputan6.com/Naomi Trisna.

Senin (16/03/2015). Ratusan buruh Korda Federasi Serikat Buruh (FSB) dan Kikes Serikat Buruh Seluruh Indonesia (SBSI), buruh yang tergabung dari beberapa sektor antara lain buruh industri umum, kimia, farmasi kesehatan, jasa, seni, swalayan dan department store ini menginginkan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumut, mengundang mereka untuk membicarakan beberapa kasus perburuhan yang tak kunjung usai ditanggapi oleh penyelenggara Negara sebagai pihak yang penuh kekuasaan, dan memberikan putusan atas segala peraturan yang dilanggar. Tribunnews.com.

Di dalam orasisnya ketua Korda FSB kikes SBSI Sumut, meneriakan berbagai tuntutannya dari atas mobil komando “Kalau dua minggu kami tidak dipanggil untuk mengklarifikasi banyaknya persoalan ini, kami akan datang lagi untuk unjuk rasa ke sini. Setuju kawan-kawan?”. Hal itu mendapat banyak balasan teriakan dari ratusan buruh lainnya “Setuju”, dengan penuh semangat yang semakin berapi-api dibawah terik matahari.

Setelah melakukan aksi di DPRD, mereka melanjutkan aksinya menuju Dinas Tenaga Kerja dan menuntut Disnaker, agar secepat mungkin menangani kasus-kasus normatif buruh yang terdapat di berbagai perusahaan di daerah tersebut. Mereka menyebutkan sejumlah perusahaan yang melakukan pelanggaran terhadap hak buruh, antara lain PT Surya Cemerlang (Kabupaten Deliserdang), PT Medan Bajaindo (Deliserdang), PT Gabion Cipta Sejahtera (Medan), CV Union Tali (Medan), PT Agro Energi Indonesia (Deliserdang), PT Jangkar Mas (Medan) dan perusahaan lainnya.

Kemudian aksi dilanjutkan lagi menuju dua titik terakhir, yaitu Kantor Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) dan Pengadilan Negeri Medan. Berbagai tuntutan terhadap kedua pengadilan itu, massa aksi mengecam PHI agar supaya menghentikan pengutipan biaya “siluman” yang dikeluarkan setiap mengurus kasus-kasus perburuhan. Contohnya, seperti biaya yang dikenakan pihak pengadilan atas pendaftran surat kuasa dan pengambilan salinan putusan.

Adapun tambahan teriakan-teriakan yang dilontarkan oleh buruh terhadap Pengadilan Negeri. “Eksekusi Kasus buruh di PT Soci, PT Nusa Sentara, PT Sedap Corner dan Mazzoni Home Style”. Banyaknya kasus yang dilanggar dan jelas-jelas menjerat perusahaan, namun pengadilan mengulur-ulur seluruh rangkaian saat ketika proses akan dilaksanakan, sehingga membuthkan biaya dan waktu yang begitu lama. UtamaNews.com.

Para buruh juga bertegas terhadap Pengadilan Negeri Medan, agar memberikan pelayanan prima, cepat dan sepenuh hati, tanpa adanya kesan mempersulit pihak buruh dalam pengurusan kasus-kasus yang sedang dijalani.

Sebarkan..

Related Articles

Add Comment

close