Auditor Datang ke Pabrik, Atasan Paksa Buruh Berbohong Soal Gaji dan Kontrak Kerja

Category: Buruh, Kabar 31 0

Bekasi – Kedatangan auditor yang tiba-tiba ternyata memang dapat menjadi seseorang kehilangan akal. Seperti yang terjadi di sebuah perusahaan garmen di daerah Setu, Cibitung.

Foto ilustrasi.

Dalam sebuah audit, pihak perusahaan memaksa buruhnya untuk berbohong kepada auditor terkait gaji dan perjanjian kontrak antara buruh dengan perusahaan.

Hal tersebut diungkapkan oleh salah seorang buruh perempuan di perusahaan tersebut yang enggan disebutkan namanya.

Ia mengatakan, atasan di tempatnya kerja yang menyuruh berbohong kepada auditor. Gaji yang hanya Rp2,4 juta dikatrol hingga angka Rp3,2 juta. Fasilitas seperti BPJS yang sebetulnya tidak ada, harus diakui ada dan berjalan dengan baik. Selain itu, para buruh juga dipaksa untuk mengakui adanya kontrak kerja.

“Nggak ada perjanjian atau tandatangan kontrak, disuruh bilang ada. Nggak ada BPJS dll. disuruh bilang ada. Gajinya 2,4 juta disuruh bilang 3,2 lebih,” tuturnya, Rabu (8/3/2017)

Meskipun dipaksa berbohong, buruh ini tetap jujur mengatakan hal yang sebenarnya kepada auditor. Setelah auditor pergi, atasannya marah dan mengancam akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK).

Ia juga dicurigai bergabung ke dalam organisasi serikat pekerja. Saat membantahnya, ia malah dituding berbohong.

“Aku juga bingung. Kok malah ditanya, “Kamu ikut organisasi apa di sini, udah nggak usah bohong, gitu”. Padahal aku nggak ikut apa-apa. Dia tahu karena foto-foto aku katanya,” jelasnya.

Ternyata, meskipun ia tidak bergabung ataupun berpartisipasi dalam kegiatan organisasi serikat pekerja, beberapa rekan kerjanya yang adalah aktivis serikat pekerja, sering menandai dia dalam foto-foto aktivitas organisasi pada jejaring sosial Facebook miliknya.

Sebarkan..

Related Articles

Add Comment

close