Waspada, Banyak Kampus Abal-Abal

Peserta wisuda (kredit foto www.nasional.tempo.co)
Peserta wisuda (kredit foto www.nasional.tempo.co)

Solidaritas.net, Jakarta- Acara wisuda abal-abal di kampus Universitas Terbuka (UT), Pondok Cabe, Provinsi Banten, digerebek oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Sabtu(19/9/ 2015). Menurut Ketua Tim Evaluasi Kinerja Akademik Perguruan Tinggi, Supriadi Rustad, kampus tersebut menerapkan sistem pembelajaran kelas jauh namun setelah ditelusuri ternyata tidak ada pembelajaran, justru seperti jual-beli ijazah.

“Mereka melakukan pembelajaran kelas jauh dan setelah ditelusuri ternyata tidak ada pembelajaran. Jadi seperti jual-beli ijazah. Ini pelanggaran, selain itu peserta wisuda tak melalui perkuliahan yang memadai. Mengikuti kegiatan perkuliahan hanya 8-12 bulan,” ujarnya dilansir dari tempo.co.

Diketahui wisuda abal-abal yang dilaksanakan di UT tersebut diikuti beberapa kampus, antara lain Sekolah Tinggi Teknologi (STT) Telematika, Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT), Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Ganesha, serta Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Suluh Bangsa. Kampus-Kampus ini adalah kampus di bawah naungan Yayasan Aldiana Nusantara.

Selama ini Yayasan Aldiana Nusantara melakukan pembelajaran kelas jauh di beberapa daerah seperti di Sulawesi Selatan, Soppeng, Papua, Ambon, dan Nusa Tenggara Timur. Sedangkan salah seorang mahasiswa yang sedang menunggu kepastian jadwal kuliah, Irfan menjelaskan alasannya memilih kuliah di salah satu kampus dibawah naungan Yayasan Aldiana Nusantara, yaitu STT Telemetika, karena menurutnya faktor biayanya sangat terjangkau.

Ia masuk jalur pendaftaran umum melalui beberapa tahapan seleksi. Pertama ia mendaftar memakai fotokopi ijazah, surat keterangan hasil ujian nasioal, dan kartu keluarga. Ia dikutip 1,5 juta rupiah untuk uang gedung dan uang bulanan 120 ribu rupiah. Untuk ujian tengah semester ia membayar 75 ribu rupiah dan ujian nasional 100 ribu rupiah.

Sementara itu, STT Telematika Cakrawala yang membuka kegiatan perkuliahan di Brebes, Jawa Tengah, ternyata kegiatan perkuliahannya dilaksanakan di sebuah tempat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

“Sekolah kami masuk dari pukul 08.00 hingga 10.00 WIB. Kalau mereka (mahasiswa STT) mulai masuk pukul 13.00 WIB, tapi selesainya saya tidak tahu. Tidak pernah memantau,” kata Isnadiroh, guru TK Bisma dilansir dari Metrotvnews.com.

Bukan hanya menggerebek acara wisuda diUT, pada Senin(21/9/2015) yang lalu, Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) membekukan 12 Perguruan Tinggi Swasta di Makassar dan beberapa di daerah Sulawesi Selatan.

Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang dibekukan yakni, Universitas Veteran Republik Indonesia (UVRI), Universitas Indonesia Timur (UIT), Institut Kesenian Makassar, STIH Al-Gazali, STIP Tamalate, STIK Yapika, Stikes Muhammadiyah Kabupaten Sidrap.

Selanjutnya, Akademi Teknik Otomotif Makassar, Akper Pemda Kabupaten Sengkang, Akbid Graha Rabitha Anugrah Makassar, Poltek Internasional Indonesia Makassar dan STAI Al-Amanah Kabupaten Jeneponto.

 

Sebarkan..

Tinggalkan Balasan