Venezuela Siap Tampung 20.000 Pengungsi Suriah

pengungsi suriah
Presiden Nicolas Maduro mengatakan 20 ribu pengungsi Suriah diterima di Venezuela. Foto: Reuters.

Solidaritas.net, Venezuela – Kasus pengungsi Suriah terus mendapat perhatian banyak pihak di seluruh dunia. Venezuela pun menyatakan siap untuk menampung para pengungsi tersebut hingga 20.000 orang. Hal tersebut disampaikan oleh Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, Senin (7/9/2015), yang dalam kesempatan itu sekaligus juga mengutuk rencana intervensi oleh Amerika Serikat dan negara-negara Barat yang menjadi sekutunya di negara Arab tersebut.

“Mereka harus berusaha untuk menerapkan rencana perdamaian untuk Suriah,” ungkap Maduro, seperti dikutip oleh Solidaritas.net dari situs www.telesurtv.net, Sabtu (12/9/2015).

Para pengungsi dari Suriah itu sendiri melarikan diri dari negaranya yang sedang mengalami perang saudara dan kekerasan, akibat intervensi AS dan para sekutunya tersebut. Negara-negara Barat itu telah menggulingkan pemerintahan Presiden Bashar Assad, yang dipilih oleh masyarakat Suriah secara demokratis. Akibatnya, sebanyak 250.000 orang telah tewas sejak 2011. Sedangkan, lebih dari 11 juta orang mengungsi, termasuk 3 juta yang keluar. (Baca juga: Venezuela dan ALBA Kirim Bantuan Kemanusiaan Ke Suriah)

Di lain kesempatan, UNHCR (badan PBB untuk pengungsi) mengatakan bahwa Venezuela telah menerima lebih dari 200.000 pengungsi dalam beberapa tahun terakhir. Lebih dari 95 persen di antaranya merupakan pengungsi asal negara tetangga mereka, Kolombia, yang melarikan diri dari kekerasan, kemiskinan dan perang saudara sejak beberapa tahun ini.

Sementara itu, Selasa (8/9/2015), Perdana Menteri Inggris, David Cameron menyebut juga akan menerima pengungsi dalam jumlah yang sama, yakni 20.000 orang, namun selama lima tahun ke depan. Menurut Palang Merah Inggris, hingga saat ini sudah ada sekitar 130.000 pengungsi yang tinggal di Inggris. Namun, jumlah itu tentunya jauh lebih sedikit, jika dibandingkan dengan 5,6 juta pengungsi Kolombia yang telah tinggal di Venezuela.

Sedangkan, Austria dan Jerman sudah menerima ribuan pengungsi dari Suriah melalui Hongaria, Selasa (1/9/2015). Mereka diterima dengan hangat di kedua negara itu. Bahkan, aparat kepolisian memberikan keleluasaan bagi mereka untuk masuk ke kedua negara itu. Dibanding negara Eropa lain, Jerman jauh lebih responsif dan positif menanggapi krisis migrasi. Tahun ini Jerman diperkirakan akan didatangi oleh sekitar 800.000 imigran.

Sebarkan..

Tinggalkan Balasan