Upah Minimum Pekerja Venezuela Sekarang Rp 20 Juta per Bulan

perayaan may day di venezuela
Perayaan 1 Mei di Venezuela, merayakan revolusi Bolivarian. Foto: Telesurtv.net

Solidaritas.net, Venezuela – Setelah kenaikan upah sebesar 30 persen per 1 November lalu, upah pekerja Venezuela saat ini naik dari VEB 7,421.66 (USD 1,178.04) menjadi VEB 9,649 (USD 1,531.58). Jika dikonversi dalam nilai mata uang rupiah dengan kurs Rp 13.500 per dollar, upah minimum pekerja Venezuela setara dengan Rp 20,6 juta per bulan.

Kenaikan upah bulan ini adalah yang keempat kalinya selama tahun 2015. Hal ini dilakukan untuk mempertahankan kesejahteraan pekerja Venezuela di tengah angka inflasi yang mencapai 80 persen. Saat Presiden Venezuela Nicolas Maduro menaikkan upah pekerja sebesar 30 persen pada May Day 2015 lalu, ia menyerukan kepada pekerja untuk memimpin kebijakan ekonomi.

“Sekarang adalah waktunya bagi pekerja untuk memimpin kebijakan ekonomi negara..saya yakin ini adalah prestasi besar Revolusi, telah diperkuat oleh tuntutan serikat-serikat buruh yang disalurkan dari kelas pekerja,” kata Nicolas Maduro saat berpidato di hadapan kerumunan massa di Caracas, dilansir Telesurtv.net.

Saat itu, Maduro juga mengumumkan selama 16 tahun Revolusi Bolivarian upah buruh telah naik sebanyak 29 kali (30 kali ditambah kenaikan November ini–ed), jauh melampaui kenaikan upah yang hanya 9 kali selama pemerintahan neoliberal Republik Keempat yang berkuasa tahun 1974-1998.

Di Venezuela, kelas pekerja memiliki Dewan Presiden Kelas Pekerja yang ikut serta dalam menentukan kebijakan negara. Presiden Nicolas Maduro melakukan pertemuan dengan Dewan Presiden Kelas Pekerja untuk menghadapi sabotase ekonomi dari lawan-lawan politiknya yang mendapatkan dukungan dari Amerika Serikat.

“Mereka tidak bicara saja, mereka memberikan perintah langsung kepada agen dan penyusup mereka, dalam hal ini sayap kanan Venezuela, mengabaikan hasil pemilu, melakukan sabotase proses pemilihan, sistem listrik, untuk membuat Venezuela meledak, menciptakan masalah bagi orang-orang,” kata Maduro dikutip dari Eluniversal.com.

“Ada kampanye psikologis untuk membuat rakyat kita demoralisasi dan bingung, untuk membuat rakyat percaya: kau tidak bisa, tidak ada yang (berjalan) baik, kau tidak baik,” imbuhnya.

Sebarkan..

Tinggalkan Balasan