Ucapan Ultah untuk Jokowi Berisi Penolakan Reklamasi Teluk Benoa

Solidaritas.net – Perjuangan masyarakat Bali dalam menolak rencana reklamasi pantai di kawasan Teluk Benoa, Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali, terus berlanjut. Berbagai cara telah dilakukan untuk menyampaikan aspirasi mereka itu kepada Pemerintah Indonesia. Termasuk, salah satunya dengan melakukan aksi unjuk rasa dan parade budaya yang digelar pada akhir bulan Mei 2015 lalu, seperti pernah diberitakan oleh Solidaritas.net.

tolak reklamasi teluk benoa
Salah satu aksi Bali tolak reklamasi. Foto: facebook.com/forbali13.

Bertepatan dengan hari ulang tahun Presiden Joko Widodo yang ke-54 tahun pada 21 Juni 2015 lalu, mereka kembali menyampaikan penolakan tersebut. Salah satu laman penggemar (fanpage) di sosial media Facebook berjudul Bali Tolak Reklamasi menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada sang presiden. Uniknya, selain mengucapkan selamat ulang tahun, mereka juga meminta Jokowi untuk membatalkan rencana reklamasi Teluk Benoa itu.

Berikut petikan ucapan selamat ulang tahun yang ditulis pada 21 Juni 2015 pukul 23.13 WIB itu:

“Selamat ulang tahun Presiden Joko Widodo, semoga panjang umur dan sehat selalu. Ingat merayakan ulang tahun itu adalah merayakan kehidupan pak, bukan merampas kehidupan orang lain. Rakyat mendoakan bapak agar bapak sehat karena tujuannya tak lain adalah agar bapak berpihak kepada rakyat. Rakyatlah yang memilih bapak, bukan korporat-korporat perampas tanah air rakyat.

Tolaklah rencana reklamasi berkedok revitalisasi Teluk Benoa pak, dan batalkan Perpres No 51 Tahun 2014 jika bapak ingin membuat kehidupan rakyat beserta alam pesisir Bali berumur panjang. Buatlah sejarah sebagai pejuang pak bukan perusak kehidupan. Bapak akan kami kenang dan akan kami ceritakan selalu kepada anak cucu kami jika bapak berani bertindak benar.

Ingat bapak adalah presiden bukan rakyat biasa, jika bapak salah mengambil langkah bisa berujung pada petaka.

Memang tidak mudah menjadi presiden, namun tidak mudah juga menjadi rakyat yang kadang hidupnya bagaikan telor di ujung tanduk, dan denyut nadinya dijadikan alat permainan oleh para rakus. Oleh karena itu mari kita bersatu pak, bersatu demi kebaikan bukan kejahatan pak.

Ayo pak, bapak tidak sendiri, rakyat bersama bapak jika bapak berani menolak rayuan-rayuan sesat. Mari kita bersatu pak, jika presiden ikut berada di barisan rakyat kami yakin korporat serta pejabat perampas tanah rakyat yang menggerogoti negeri ini tak akan berani ngawur.

Tapi ingat pak, jika rakyat dikhianati, kecewanya tak bisa diobati, dan akan menghantui tidur selamanya.

‪#‎TolakReklamasiBerkedokRevitalisasiTelukBenoa

‪#‎BatalkanPerpresNo51Th2014

‪#‎HBDJokowi”

Ucapan selamat ulang tahun itu pun langsung mendapat tanggapan dari para pengguna Facebook. Hingga berita ini ditulis pada Selasa (23/6/2015) malam WIB, lebih dari 1.000 pengguna Facebook telah menyukai tulisan tersebut. Sedang komentarnya mencapai 24.

Rencana reklamasi Teluk Benoa itu sendiri tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 51 Tahun 2014, yang dibuat pada masa kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Saat Jokowi terpilih sebagai presiden, masyarakat Bali berharap Perpres itu akan dicabut. Masyarakat menilai alasan pemerintah mereklamasi Teluk Benoa dengan dalih penyelamatan lingkungan hanyalah kebohongan belaka, karena telah menjadi komoditas bisnis dan politik. Makanya, belakangan ini masyarakat Bali menyuarakan penolakannya, melalui Gerakan Bali Tolak Reklamasi Teluk Benoa yang dikoordinir oleh ForBALI.

Sumber:

https://www.facebook.com/forbali13/posts/1079528138742402?fref=nf

 

Foto:

https://www.facebook.com/forbali13/photos/a.680026432025910.1073741826.680023218692898/899163203445564/?type=1

Sebarkan..

Tinggalkan Balasan