Tolak Kenaikan Harga BBM, Mahasiswa Yogyakarta Direpresi Polisi

Fullah Jumaynah*) | Solidaritas.net, Yogyakarta – Hari ini, mahasiswa Yogyakarta kembali turun jalan menolak kenaikan harga BBM yang sudah diputuskan oleh Pemerintahan Joko Widodo – Jusuf Kalla (Jokowi-JK). Massa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Yogyakarta (AMY) ini merupakan gabungan beberapa organisasi mahasiswa, seperti PEMBEBASAN, LMND, SMI, PMII, HMI, GMNI, IMM, Cakrawala Mahasiswa Yogya, Sekber, BEM UIN, BEM UST, BEM UMY dan lain-lain. Sudah tiga hari mahasiswa melakukan aksi setiap hari.

demo mahasiswa yogyakarta
Demo mahasiswa Yogyakarta menolak kenaikan harga BBM Direpresi Polisi. © Sindonews.com

Mahasiswa berkumpul di gedung Serba Guna UIN Sunan Kalijaga jam 2 siang, kemudian bergegas menuju pertigaan jalan kampus untuk menggelar mimbar bebas. Korlap aksi, Mirza Asahan memimpin jalannya mimbar bebas dengan mempersilahkan perwakilan dari tiap organisasi untuk berorasi.

“Kami menolak kenaikan harga BBM dan menyatakan Jokowi bukanlah presiden yang pro rakyat,” kata Mirza yang juga aktivis dari Pusat Perjuangan Mahasiswa untuk Pembebasan Nasional (Pembebasan) Yogyakarta ini.

Hujan deras datang mengguyur, namun tak membuat massa membubarkan diri. Malah, massa melakukan long march di Jalan Adi Sucipto menuju arah Pom Bensin Djanti. Polisi berdatangan mengepung dengan membuat blokade di depan dan belakang massa.

Pihak Kepolisian tidak mengizinkan mahasiswa melakukan long march tanpa alasan yang jelas. Pihak mahasiswa tidak terima, negosiasi gagal dan berakhir buntu. Polisi mendesak massa mahasiswa agar kembali ke pertigaan kampus.

Saat massa memutar haluan untuk kembali ke lokasi mimbar bebas, polisi menembakkan gas air mata dari arah belakang massa. Mahasiswa terkejut dan berhamburan menyelamatkan diri dari pedihnya gas air. Mahasiswa berusaha melawan balik dengan lemparan batu. Gagal, tiga mahasiswa tertangkap dan seorang mahasiswa bocor kepala sehingga harus diobati dengan enam jahitan.

Massa kembali mengorganisir diri untuk melanjutkan aksi, namun ternyata polisi meminta massa membubarkan diri dengan kembali menembakkan gas air mata. Massa pun mundur. Beberapa perwakilan mahasiswa berusaha membebaskan rekan-rekan mereka yang masih ditahan.

Pihak Kepolisian tidak mau membebaskan mahasiswa yang ditahan. Salah seorang polisi yang tidak diketahui namanya, mengeluarkan ancaman.

“Mahasiswa, kalian tidak ada apa-apanya. Kalau berani, besok datang lagi dengan membawa massa yang lebih banyak.”

Hingga pukul 7 malam, negosiasi belum berhasil membebaskan mahasiswa yang ditangkap. Mahasiswa yang tertangkap dipukuli oleh polisi di pos polisi pertigaan UIN Sunan Kalijaga.

*) Penulis adalah salah satu peserta aksi yang juga anggota Pembebasan Yogyakarta.

Sebarkan..

Tinggalkan Balasan