Teluk Jakarta Direklamasi, KPRI: Ahok Penjahat Lingkungan

ahok penjahat lingkungan
Salah satu aksi KPRI Jakarta. Foto: Kabarpolitik.com.

Solidaritas.net, Jakarta – Ketua wilayah Konfederasi Pergerakan Rakyat Indonesia (KPRI) Jakarta, Rio Ayudhia Putra membantah Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja atau Ahok yang menyatakan bahwa seharusnya reklamasi teluk Jakarta tidak ditentang oleh banyak orang, bahkan LSM sekalipun karena reklamasi tersebut dianggap akan membawa keuntungan bagi banyak orang, Kamis (1/10/2015) .

Klaim tersebut langsung ditentang oleh Rio karena menurutnya reklamasi tersebut justru hanya akan menguntungkan segelintir orang, dan merugikan sebagian besar masyarakat lainnya. Selain itu, pernyataan Ahok tersebut dinilai bertolak belakang dengan pengakuannya yang menyebutkan tidak mengetahui masalah kajian Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) atas pengerjaan reklamasi Teluk Jakarta.

“Tentunya ini sangat lucu, di satu sisi Ahok mengklaim jutaan manfaat yang dapat diberikan kepada semua masyarakat. Sementara di sisi lainnya dirinya tidak mengetahui dampak kerusakan yang akan timbul dari proyek tersebut,” ujarnya.

Rio pun mempertanyakan manfaat yang disebut-sebut oleh Ahok. Ia berpendapat manfaat tersebut hanya akan diperoleh oleh kelompok penguasa lahan di Jakarta.

“Pertanyaannya adalah masyarakat kelompok mana yang akan diuntungkan atas reklamasi tersebut? Tidak lain kelompok kapital penguasa lahan (tanah) di Jakarta; Agung Podomoro Land, Agung Sedayu, Ciputra, dll,” katanya.

Masih menurut Rio, para pengusaha lahan hanya membutuhkan area baru untuk diolah demi menumpuk kekayaan. Sementara bangunannya kian hari semakin sesak, juga tidak memiliki prospek yang baik dan sehat untuk membangun tempat tingggal.

“Lahan di daratan Jakarta sudah disesaki bangunan dari yang bertembok beton sampai beralas triplek. Itu sudah dianggap tidak memiliki prospek yang baik dan sehat untuk membangun tempat tinggal. Pilihan yang tepat kemudian jatuh kepada proyek reklamasi Teluk Jakarta, yaitu pembangunan kota baru di atas laut untuk mengatasi masalah kepenatan Jakarta. Dengan demikian, Ahok bisa kita asumsikan sebagai penjahat lingkungan yang mendukung pengerusakan ekosistem demi kepentingan kapital,” tegasnya.

Sebarkan..

Tinggalkan Balasan