Tangan PRT Asal India Dipotong Majikannya di Arab

tangan prt dipotong majikan
Foto ilustrasi. Sumber: gorgios.

Solidaritas.net, New Delhi – Nasib Pembantu Rumah Tangga (PRT) rentan terhadap kekerasan yang dilakukan oleh majikan. Seperti kondisi PRT asal India, Munirathinam, yang tangannya dipotong oleh majikannya saat Munirathinam berusaha menghindari pelecehan seksual yang dilakukan oleh majikannya. Ia kerap mengalami penyiksaan rutin dan mengeluh atas kondisi kerja yang dialaminya.

Hal tersebut diungkapkan oleh pihak keluarganya. Menurut pihak keluarganya, Munirathinam yang merupakan warga sebuah kampung di selatan negara bagian Tamil Nadu, mengalami sejumlah kekerasan sejak bekerja sebagai asisten rumah tangga di Arab Saudi tiga bulan yang lalu.

“Tangan kanannya dipotong oleh majikannya ketika dia berusaha menghindari pelecehan dan penyiksaan rutin,” kata adik korban, S Vijaykumari kepada AFP melalui sambungan telepon dari ibu kota Tamil Nadu, Chennai, dilansir dari Kompas.com.

Vijaykumari mengatakan, kakaknya pergi bekerja ke Arab Saudi demi membayar utang keluarganya. Namun kenyataannya dia tak digaji. Dia juga tak diberi cukup makan dan dilarang berbicara kepada keluarganya.

“Sekarang dia ingin pulang,” kata Vijayakumari.

Penyiksaan terhadap pekerja asal India itu terungkap setelah foto korban yang terbaring di rumah sakit menyebar melalui media-media India. Mengetahui hal keji itu, pemerintah India langsung melayangkan protes terhadap otoritas Arab Saudi, Jumat (9/10/2015). Pemerintah India menganggap negeri yang dipimpin oleh Raja Salman itu sangat tidak manusiawi dalam memperlakukan PRT.

Kementerian Luar Negeri India menyesalkan serangan “brutal” terhadap warganya, Kasthuri Munirathinam (55) sehingga korban harus dirawat di rumah sakit akibat dipotong tangannya oleh sang majikan hanya karena mengeluhkan kondisi kerjanya. Kekerasan terhadap asisten rumah tangga itu terjadi beberapa minggu setelah kasus pemerkosaan yang diduga dilakukan diplomat Arab menyeruak.

“Memotong tangan seorang perempuan India, kami sangat terganggu oleh cara brutal yang diterima perempuan India di Arab Saudi,” tulis Sushma Swaraj, Menteri Luar Negeri India melalui akun Twitter miliknya, dilansir dari Kompas.com.

Diketahui ratusan ribu pekerja migran asal India bekerja di Arab Saudi dan negara-negara Teluk lainnya. Namun perlakuan buruk oleh majikan kerap menghiasi halaman depan media-media di India. Pada September yang lalu, sebuah video yang menunjukkan pekerja laki-laki asal India disiksa oleh majikannya di Arab Saudi juga menyebar di media sosial.

Sebarkan..

Tinggalkan Balasan