Setelah Sempat "Dikadalin" Jokowi dengan Makan Malam, Mahasiswa Aksi Nginap di Depan Istana

Aksi mahasiswa UI
Mahasiswa UI yang melakukan aksi di Istana negara. Sumber: @andiauliar di Twitter.

Solidaritas.net, Jakarta – Setelah melakukan aksi pada tanggal 21 Mei 2015 lalu, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI) kembali melakukan aksi serupa di depan Istana Negara (Kamis, 10/9/2015). Jika aksi sebelumnya mereka memperingati reformasi, tuntutan aksi kali ini adalah agar pemerintahan Jokowi-JK untuk mengendalikan harga pangan, memberantas mafia pangan, serta melindungi pekerja lokal dari ancaman PHK (pemutusan hubungan kerja).

Seruan aksi kali ini dilakukan melalui akun Facebook “Bem Seluruh Indonesia” dan akun twitter milik Ketua BEM UI periode 2015, Andi Aulia Rahman, sejak beberapa hari menjelang aksi. Andi Aulia berniat mengajak massa aksi bermalam di Istana karena Presiden Jokowi tak kunjung memberi kepastian apakah bisa datang menemui mereka.

“Sampai Pukul 18.30 WIB, kami tak kunjung mendapat kejelasan apakah bisa bertemu Presiden @jokowi….Oleh karenanya #BermalamdiIstana,” kicaunya melalui akun twitter @andiauliar, (10/9/2015).

Para demonstran yang berjumlah ratusan tersebut sudah mendirikan tenda di depan Istana. Mereka menanti kehadiran Presiden Jokowi sambil melalukan malam renungan. Namun, kian malam jumlah massa berangsur surut, bahkan aksi sempat berpindah tempat.

“Sekitar pukul 20.40 beberapa kampus sudah tarik diri karena polisi pun sudah mulai membubarkan mahasiswa #BermalamDiIstana #BubarPaksa,” kicau Andi Aulia kembali.

Akhirnya, pada pukul 22.15 WIB, aksipun bubar setelah menyisakan sedikit massa.

“Kuantitas massa aksi UI yang tidak sebanding dengan polisi, akhirnya aksi dibubarkan sekitar pukul 22.15 #BermalamDiIstana #BubarPaksa,” kicaunya lagi.

Sebelumnya, BEM UI pernah merencanakan aksi tangal 20 Mei 2015 bersama dengan kelompok mahasiswa lainnya yang menuntut Presiden Jokowi mundur. Namun, Presiden Jokowi mengundang perwakilan BEM dari sejumlah perguruan tinggi di Istana Negara, Jakarta, 18 Mei 2015. Pertemuan tersebut diisi dengan diskusi dan jamuan makan malam. Netizen memprotes pertemuan tersebut karena setelah itu, para perwakilan mahasiswa tersebut sepakat untuk membatalkan aksi unjuk rasa yang direncanakan, kemudian diganti dengan aksi tanggal 21 Mei 2015. Kemudian, Andi Aulia dkk membuat gerakan tagar #JokowiBohong, karena kecewa Presiden Jokowi tidak dapat menemui mereka pada tanggal 25 Mei 2015 sesuai dengan janjinya saat makan malam. (Baca juga: Makan Malam dengan Presiden, Ketua BEM UI Dikecam)

Sebarkan..

Tinggalkan Balasan