Serikat Buruh Filipina Serukan Aksi Solidaritas untuk Buruh Pabrik Kentex

Category: Arsip 28 0

Solidaritas.net, Filipina – Lebih dari 72 buruh tewas dalam kebakaran pabrik Kentex Manufacturing Corp di Kota Valenzuela, Metro Manila, Filipina, pada 13 Mei 2015 lalu. Sebagian besar korban adalah buruh perempuan, yang tak berdaya menyelamatkan diri. Peristiwa itu jadi kasus kecelakaan kerja terburuk dalam sejarah Filipina. Sejumlah pihak pun menduga itu terjadi karena pihak perusahaan telah melanggar standar kesehatan dan keselamatan kerja.

pekerja kentex terbakar
Keadilan untuk pekerja Kentex. Foto: pinoyweekly.org/

Untuk memperjuangkan nasib para korban dan keluarganya, organisasi buruh militan di Filipina, Kilusang Mayo Uno (KMU) pun menyerukan aksi solidaritas pada 13 Juni 2015 nanti, tepat sebulan setelah kejadian terbakarnya pabrik yang memproduksi sandal jepit lokal itu.

“Dukung aksi serentak dalam aksi solidaritas terkait dengan lebih dari 72 pekerja yang meninggal dan banyak pekerja lainnya hilang dalam kebakaran Pabrik Kentex di Filipina. Mari bersama kita suarakan keadilan untuk tempat kerja yang aman, dan larangan untuk terkuncinya pabrik-pabrik yang bisa menyebabkan pekerja terperangkap saat terjadinya kebakaran,” ujar Wakil Ketua KMU, Joselito Ustarez dalam siaran persnya, seperti dikutip oleh Solidaritas.net dari situs Gabungan Serikat Buruh Indonesia (GSBI), Jumat (12/6/2015).

Dijelaskannya, ada tiga hal yang bisa dilakukan untuk ikut dalam aksi solidaritas itu, yakni:

  1. Menulis dalam sepasang sendal, “Keadilan untuk Buruh Kentex!” atau “Keselamatan Kerja bagi Buruh!” atau seruan yang sama. Ambil foto sendal tersebut dari tempat kerja kamu, organisasi atau serikat buruh kamu di depan Kedutaan Besar Filipina di negara masing-masing. Lalu, unggah foto tersebut di media sosial menggunakan hashtag #JusticeforKentexWorkers, pada tanggal 13 Juni 2015.
  2. Menulis pesan solidaritas kepada korban dan keluarganya.
  3. Menulis pesan tuntutan kepada Pemerintah dan Departemen Tenaga Kerja Filipina, melalui alamat berikut:

  • Presiden, Benigno Aquino III

New Executive Building, Malacanang Palace Compound J. P. Laurel St., San Miguel, Manila, Telp: (082) 564-1451 to 80; 736-1010, Fax: (082) 735-8005, Email: op@president.gov.ph

  • Menteri Tenaga Kerja, Rosalinda Dimapilis Baldoz

Department of Labor Employment, 7th Floor, DOLE Building, Intramuros, Manila, Fax: (082) 336-8182, Email: secrdb@dole.gov.ph

Disampaikan Ustarez, kebakaran itu berawal dari percikan api saat pengelasan gerbang perusahaan, yang menyambar karung berisi bahan kimia di lantai dasar pabrik. Bahan kimia yang digunakan untuk menjaga kestabilan karet itu membuat api membesar dan menyebar dengan cepat. Sebagian besar buruh yang tewas berada di lantai 2, yang tidak punya pintu evakuasi, jendelanya terbuat dari besi dengan kaca tebal dan dilapisi teralis baja dari dalam.

Sehari setelah kebakaran, Menteri Tenaga Kerja Filipina mengumumkan bahwa pabrik telah diinspeksi dan diberikan Sertifikat Kepatuhan terkait standar kesehatan dan keselamatan kerja dan standar perburuhan umum pada 18 September 2014. Hal ini pun dinilai sebagai bentuk kerja sama pemerintah dan pengusaha, demi menarik investasi asing dan untuk meningkatkan keuntungan, meski melanggar standar kesehatan dan keselamatan kerja.

Hingga saat ini, keluarga para korban bersama buruh yang selamat dari kebakaran itu dan massa yang bersimpati terus menyerukan keadilan. Mereka menuntut pengusaha dan pejabat Departemen Tenaga Kerja dipenjarakan. Mereka juga meminta pemerintah melakukan pemeriksaan yang ketat terhadap lokasi kerja buruh dan memberikan sanksi hukuman berat bagi pengusaha yang melanggar standar kesehatan dan keselamatan kerja.

Sebarkan..

Related Articles

Add Comment

close