Seperti Apakah Tatanan Sosial yang Baru Itu Kelak?

Category: Arsip 38 0

Pertama dan terutama, tatanan sosial yang baru itu akan harus mengambil kontrol atas industri dan semua cabang produksi dari tangan individu-individu yang saling bersaing, dan sebagai gantinya melembagakan sebuah sistem yang di dalamnya semua cabang produksi ini dioperasikan oleh segenap masyarakat–yakni, untuk kepentingan bersama, seturut dengan suatu rencana bersama, dan dengan partisipasi (kerjsama) semua anggota masyarakat. Dengan kata lain, tatanan sosial yang baru ini akan menghapuskan persaingan dan menggantikannya dengan kerja sama.

Lebih jauh, karena manajemen industri oleh individu-individu secara niscaya menyiratkan kepemilikan pribadi, dan karena persaingan dalam kenyataannya sekadar sarana dan bentuk yang di dalamnya kontrol atas industri oleh pihak-pihak yang empunya kepemilikan pribadi mengekspresikan dirinya, maka kepemilikan pribadi tidak bisa dipisahkan dari persaingan dan manajemen individual atas industri. Karena itu, kepemilikan pribadi harus dihapuskan dan sebagai gantinya harus diberlakukan penggunaan bersama atas semua instrumen produksi dan pendistribusian semua produk seturut dengan kesepakatan bersama–dengan kata lain, apa yang dinamakan kepemilikan umum atas alat-alat/sarana-sarana produksi.

Faktanya, penghapusan kepemilikan pribadi adalah, tak diragukan, cara yang paling ringkas dan paling signifikan untuk mencirikan revolusi terhadap seluruh tatanan sosial yang telah dibuat menjadi niscaya oleh perkembangan industri–dan untuk alasan tersebut, penghapusan kepemilikan pribadi merupakan tuntutan yang paling penting.

Tidakkah penghapusan kepemilikan pribadi dimungkinkan pada masa yang lebih awal?

Tidak. Tiap-tiap perubahan dalam tatanan sosial, tiap-tiap revolusi dalam hubungan-hubungan kepemilikan/properti, adalah konsekuensi yang niscaya dari penciptaan tenaga-tenaga produktif (manusia dengan keterampilan dan alat-alat/sarana-sarana produksi) yang baru yang tidak lagi cocok dengan relasi-relasi kepemilikan yang lama.

Kepemilikan pribadi tidak selalu ada

Ketika, menjelang akhir Abad Pertengahan, muncul sebuah modus produksi yang baru, yang tidak bisa dilaksanakan di bawah bentuk-bentuk kepemilikan feodal dan gilda (bengkel kecil) yang ada saat itu–manufaktur ini, yang telah melampaui relasi-relasi kepemilikan yang lama, menciptakan suatu bentuk kepemilikan yang baru. Dan bagi manufaktur dan tahapan awal dari perkembangan industri besar, kepemilikan pribadi adalah satu-satunya bentuk kepemilikan yang mungkin; tatanan sosial yang berdasarkan padanya adalah satu-satunya tatanan sosial yang mungkin.

Abad Pertengahan yang agraris itu memberi kita kaum baron dan kaum hamba; kota-kota dari akhir Abad Pertengahan memberi kita para pemilik gilda dan pekerja terampil serta buruh harian; Abad ke-17 mempunyai para pekerja manufaktur; Abad ke-19 mempunyai para pemilik pabrik besar dan kaum proletar.

Jelaslah bahwa, sampai saat itu, tenaga-tenaga produktif belum pernah berkembang sampai pada titik di mana cukup bisa dikembangkan bagi semua orang, dan bahwa kepemilikan pribadi telah menjadi suatu rantai belenggu dan rintangan bagi perkembangan tenaga-tenaga produktif yang lebih lanjut.

Namun, sekarang perkembangan industri besar telah membawa masuk sebuah periode yang baru. Kapital (modal) dan tenaga-tenaga produktif telah diperluas hingga tingkatan yang tidak pernah terjadi sebelumnya, dan alat-alat/sarana-sarana produksi sudah tersedia untuk melipatgandakannya tanpa batas dalam masa depan mendekat ini. Lebih jauh, tenaga-tenaga produktif telah terkonsentrasi pada segelintir kaum borjuasi, sementara massa rakyat yang besar semakin banyak yang tergelincir menjadi proletariat, situasi mereka semakin parah dan tak tertanggungkan, berbanding terbalik dengan peningkatan kekayaan borjuasi. Dan akhirnya, tenaga-tenaga produktifyang perkasa dan mudah diperluas ini sudah begitu jauh melampaui kepemilikan pribadi dan borjuasi, sehingga setiap saat mereka mengancam mengguncang dengan hebat tatanan sosial yang ada. Sekarang, di bawah kondisi-kondisi tersebut, penghapusan kepemilikan pribadi tidak hanya menjadi mungkin, tapi secara mutlak menjadi sebuah keharusan.

(E)

Sebarkan..

Related Articles

Add Comment

close