Sekjen ASPELINDO Dapat Penghargaan

Category: Arsip 33 0

Solidaritas.net – Sekretaris Jendral (Sekjen) Asosiasi Pengusaha Limbah, Budiyanto yang dianggap bertanggungjawab atas kasus kekerasan terhadap buruh pada Mogok Nasional 30 November lalu, baru saja mendapatkan penghargaan Indonesia Top Leader Award 2013 yang diselenggarakan oleh Yayasan Penghargaan Indonesia.

Penghargaan tersebut diberikan di Ballroom Swiss-Bellhotel Maleosan, Manado, Sulawesi Utara, pada Jumat (13/12) lalu.

YPI menilai Budiyanto sebagai tokoh muda yang memiliki prestasi dan karya nyata bagi pembangunan. Budiyanto adalah kader Parta Keadilan Sejahtera yang kini juga menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Bekasi.

Ia kembali akan maju di Pemilihan Legislatif 2014 dengan nomor urut 2 dari PKS di daerah pemilihan (Dapil) 1, yakni Bojongmangu, Cibarusah, Cikarang Pusat, Cikarang Selatan, Serang Baru dan Setu.

Di sisi lain, ASPELINDO bertanggungjawab atas kekerasan terhadap buruh yang menimbulkan puluhan buruh terluka akibat pukulan dan bacokan. Satu orang buruh harus menjalani operasi akibat luka sabetan yang menembus tengkoraknya.

Sebelum aksi mogok nasional, ASPELINDO bertemu dengan Bupati Kabupaten Bekasi dan sejumlah ormas di Hotel President Club (PEC), Jababeka. Pertemuan itu menjadi semacam konsolidasi pemerintah, aparat dan ormas yang memberikan restu kepada ormas untuk mengamankan kawasan industri pada saat mogok nasional.

“Saya sudah bertemu dengan Hartono waktu itu di Hotel President Club (PEC), Jababeka. Ditempat itu, Hartono yang merupakan ketua Aspelindo sepakat berjanji tidak akan anarkis saat aksi itu, tapi pada kenyataan justru berbeda,” jelas Bupati Kabupaten Bekasi, Neneng Hasanah Yasin dilansir dari Bekasi.co (7/11-2013).

Neneng Hasanah Yasin juga dilaporkan ke Mabes Polri oleh pihak buruh karena dinilai bertanggungjawab atas kasus kekerasan tersebut bersama ASPELINDO.

ASPELINDO melakukan berbagai cara untuk mengamankan kawasan industri dari mogok nasional. Dari memberikan surat peringatan ke Rumah Buruh Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), memasang sejumlah spanduk yang mengecam mogok nasional sampai dengan mengerahkan milisi bersenjata tajam untuk menghalau buruh yang mengikuti mogok nasional. (Isw/Rn)
***
Foto: Kredit foto: budiyantoforbekasi.blogspot.com

Sebarkan..

Related Articles

Add Comment

close