Sebut Magang di Jepang Bergaji Rp 10 Juta per Bulan, Menaker DiprotesBuruh Asal Indonesia

menakertrans hanif dhakiri
Hanif Dhakiri (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Solidaritas.net, Jakarta – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Ketenagakerjaan meminta tambahan kuota peserta program pemagangan di Jepang, yang selama ini telah berjalan baik. Permintaan itu disampaikan Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri dalam pertemuan bilateral dengan Menteri Kesehatan, Perburuhan dan Kesejahteraan (Minister of Health, Labour and Welfare) Jepang Mr Yasuhisa Shiozaki di Tokyo, Jepang, awal pekan lalu.

Usai pertemuan itu, melalui keterangan tertulis, Hanif pun menyampaikan bahwa peserta magang kerja tersebut bisa mendapatkan penghasilan yang cukup besar. Hanif menyebut, selain dilindungi asuransi dan jaminan kesehatan sesuai peraturan ketenakerjaan di Jepang, mereka juga mendapat penghasilan rutin selama tiga tahun ikut program pemagangan itu.

Hanif merinci, pada tahun pertama, peserta magang akan mendapat gaji 80 ribu yen atau sekitar Rp 8,2 juta per bulan. Kemudian, di tahun kedua mendapat 90 ribu yen atau sekitar Rp 9,2 juta per bulan, dan di tahun ketiga 100 ribu yen atau sekitar Rp 10,2 juta per bulan.

“Dan setelah lulus program pemagangan akan diberi uang bantuan permodalan,” kata Hanif dalam keterangan tertulis itu, dikutip Solidaritas.net dari Liputan6.com, Minggu (13/9/2015).

Pernyataan Hanif itu pun langsung ditanggapi para netizen, setelah salah seorang buruh Indonesia di Jepang membagi berita tersebut di laman Facebook-nya, Fatkhur Rozak, Sabtu (12/9/2015) pukul 00.46 WIB dinihari. Sebagian besarnya menyampaikan komentar negatif.

“10jt tp klo kerja rodi sami mawon pa..mending hujan batu dinegara sendiri drpd hujan emas dinegri orang,” tulis akun Facebook bernama Terra Alqornie memberikan komentar.

“kalau di tmpat ku sesuai dengan standar.. perjanjian yg ada.. tetapi di tmpat kawan kawan masih bnyak yg melenceng.. bahkan ada jg perlakuan tidak adil.. termasuk kekerasan..,” tulis Fatkhur Rozak, pekerja magang di Jepang asal Indonesia, menambahkan komentar menjawab pertanyaan salah seorang netizen.

“Menteriya belum pernah sich hidup dsini….wkwkwj maklum lah kalo orang Dah jabatannya tinggi ngomong sok sokan..wkwkw,” tulis Muhammad Fauzan Rosidi pula menimpalinya.

Kementerian Ketenagakerjaan sendiri menargetkan penempatan peserta magang kerja ke Jepang pada 2015 sebanyak 2.500 orang. Para peserta magang itu akan ditempatkan di sekitar 500 perusahaan di Jepang yang menyediakan 60 jenis kejuruan kerja. Adanya tambahan kuota pemagangan sejak tahun 1993 ini diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan kualitas dan kompetensi kerja peserta magang Indonesia.

Sebarkan..

Tinggalkan Balasan