Sebelum Dibantai, Salim Kancil Sempat Gendong Cucu

Category: Arsip 16 0
salim kancil dibantai
Salim Kancil dibunuh di Lumajang. ©LBH Jakarta

Solidaritas.net, Lumajang – Salim atau Kancil tewas dibunuh oleh pihak yang pro terhadap keberadaan tambang pasir di Desa Selok Awar-Awar, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur,Sabtu(26/9/2015). Sebelum dibunuh secara sadis, Salim sempat menggendong cucunya.

Pada 26 September 2015, tepatnya pagi hari, gerombolan preman mendatangi rumah Salim. Pagi itu ia sedang menggendong cucunya di rumahnya. Salim lantas menaruh cucunya di lantai, sebelum akhirnya dikeroyok di hadapan anak dan cucunya. Ia diikat dan dibawa pergi. Ia diseret ke balai desa setempat yang jaraknya sekitar 2 km. Kejadian ini disaksikan warga desa yang ketakutan, termasuk anak-anak yang sedang belajar di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Tidak hanya itu, setibanya di balai desa, Salim dipukuli dan disiksa dengan distrum listrik, leher Salim pun digergaji oleh manusia-manusia keji itu. Lalu, jenazah Salim dibuang di jalan tepat di depan pintu masuk kuburan.

Sebelum mendatangi kediaman Salim, preman tersebut lebih dulu mendatangi rumah Tosan dan langsung mengeroyoknya. Korban terjatuh, dianiaya, dipukul dengan pentungan kayu, pacul, batu dan clurit. Setelah terjatuh, mereka sempat melindas Tosan dengan sepeda motor. Tosan akhirnya diselamatkan temannya dan dibawa ke Rumah Sakit.

Sebelumnya, setelah dilakukan aksi penolakan terhadap keberadaan tambang pasir pada 9 September 2015 lalu, atas perintah kepala desa, sekelompok preman ini sudah pernah melakukan intimidasi, bahkan mengancam akan membunuh Tosan. Menindaki hal itu, FORUM KOMUNIKASI melaporkannya kepada Polres Lumajang. Namun, tidak ada tindakan tegas dari Polres.

Hingga akhirnya pada 26 September 2015, Salim dibunuh secara sadis. Selama ini Salim dikenal sebagai salah seorang tokoh FORUM KOMUNIKASI MASYARAKAT PEDULI Desa Selok Awar – Awar, dengan menolak keberadaan tambang pasir berkedok pariwisata karena berdampak pada kerusakan lingkungan.

Sejak saat itu, pembunuhan terhadap Salim ramai dibicarakan oleh pengguna media sosial. Hingga hadirlah sebuah petisi: Usut Pembunuhan Berencana Salim Kancil! Petisi ini dibuat oleh Siti Maimunah perwakilan Tim Kerja Perempuan dan Tambang (TKPT). Sampai Rabu (29/9/2015) pukul 17.18 WITA petisi tersebut telah ditandatangani oleh 20.547 orang.

Paraf petisinya di SINI.

Sebarkan..

Related Articles

Add Comment

close