Protes Upah Murah, Buruh Berdemo Lagi

Solidaritas.net, Nasional –Ribuan buruh dari daerah Jabodetabek melakukan demonstrasi ke Jakarta untuk memprotes kebijakan upah murah. Buruh bergerak dari Bundaran HI menuju Istana Negara dan Kantor Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi).

Jokowi dianggap sebagai ‘biang kerok’ upah murah. Sebutan ‘Bapak Upah Murah’ juga disematkan ke kader PDIP yang digadang-gadang bakal jadi presiden ini.
Buruh kecewa terhadap Jokowi yang hanya menetapkan upah minimum Rp2,4 juta, terpaut jauh dari tuntutan buruh yang sebesar Rp3,7 juta.
Buruh berusaha menemui Jokowi. “Kami ingin bertemu Pak Jokowi,” teriak salah seorang orator, Kamis (28/11/2013) dilansir dari okezone.com.
Sayangnya, Jokowi tidak keluar untuk menghampiri massa buruh.Akhirnya buruh menggoyang-goyangkan pagar Kantor Gubernur hingga rubuh.
Sepasukan polisi dan water canon langsung bersiaga untuk menghadapi desakan massa. Namun, aksi kembali kondusif. Polda Metro Jaya mengaku telah menurunkan 8.934 untuk mengamankan aksi unjuk rasa tersebut.
Sebagian buruh melakukan aksi ke Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri), Kebayoran Baru, Jakarta. Massa buruh dari Bekasi ini menuntut kepada Kapolri agar memecat Kapolres Bekasi, Isnaini yang dianggap bertanggungjawab atas terjadinya penganiyaan terhadap puluhan buruh yang mengikuti mogok nasional 31 Oktober – 1 November lalu di Bekasi.
Massa juga menuntut agar Budiyanto dan Hartono dari Asosiasi Pengusaha Limbah Indonesia (Aspelindo), diadili karena dianggap sebagai aktor intelektual yang menggerakkan massa ormas menghadang gerakan mogok nasional tersebut.
Daerah Lain
Di Batam, massa buruh yang mayoritas berasal dari Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) menutup jalan akses ke bandara Nadim Batam. Aksi tersebut sebagai protes karena Gubernur Kepulauan Riau Muhammad Sani tidak memenuhi tuntutan penetapan upah sektoral.
“Padahal, awalnya dijanjikan paling lambat tanggal 27 November akan ditandatangani,” kata salah seorang orator, dilansir dari metrotvnews.com (28/11/2013).
Aksi juga terjadi di halaman Pemkot Batam. Sempat terjadi sweeping di kawasan industri Tanjunguncang. Seluruh kawasan dijaga oleh polisi dan TNI bersenjata lengkap.
Buruh Jawa Timur berunjuk rasa menagih janji Gubernur Jawa Timur Soekarwo yang dianggap tidak konsisten. Sebelumnya, Soekarwo menyepakati upah minimum kota (UMK) Surabaya sebesar Rp2,8 juta. Namun ternyata yang disahkan hanya sebesar Rp2,2 juta. (Rn)

Sebarkan..

Tinggalkan Balasan