Protes UMK 2015, Ribuan Buruh Blokir Jalan di Semarang

Solidaritas.net – Aksi unjuk rasa buruh terus terjadi hingga pekan ini. Di Semarang, Jawa Tengah, ribuan buruh yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Buruh Berjuang (Gerbang) melakukan unjuk rasa di beberapa titik, Selasa (25/11/2014) hingga malam hari. Aksi unjuk rasa untuk memprotes Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) 2015 itu pun membuat sejumlah jalan utama di Kota Semarang terblokir dan mengalami kemacetan yang parah.

buruh semarang macetkan pantura
Ribuan buruh Semarang macetkan Jalan Pantura. © Detik.com

Salah satu massa buruh berjalan kaki dari arah timur menuju pintu masuk Tol Gayamsari Semarang. Dengan membawa spanduk bertuliskan “Ganjar Pranowo!!! Revisi UMK Sekarang. UMK 2015 Harus Direvisi”, para buruh memadati badan Jalan Majapahit menuju pertigaan Tol Gayamsari. Akibatnya akses jalan di sekitar kawasan itu pun lumpuh total.

“Saya minta kepada kepolisian untuk membuka akses masuk ke jalan tol. Jika tidak, kami akan tinggalkan motor kami dan berjalan menuju tol,” ujar Sekretaris Gerbang Nanang Setyono dalam orasinya di depan jalan masuk menuju Tol Gayamsari, ketika melihat aparat kepolisian berbaris dan memblokade pintu tol tersebut, seperti dikutip dari Detik.com.

Sedangkan dari arah barat, Flyover Kalibanteng, ratusan buruh datang dengan angkutan kota dan sepeda motor. Mereka juga memadati jalan dan menyebabkan kemacetan, karena melaju dengan pelan. Massa buruh tersebut berhenti di Jalan Siliwangi dekat pintu Tol Krapyak dan memblokir jalur Pantura di sebelah barat Kota Semarang, meski hanya 5 menit.

Selanjutnya ribuan buruh tersebut bergerak ke arah Jalan Pahlawan, untuk melakukan aksi unjuk rasa besar-besaran di depan kantor Gubernur Jateng. Bahkan, mereka juga berencana bermalam di sana. Meski diguyur hujan deras, para buruh tetap bertahan melakukan aksi unjuk rasa demi memperjuangkan hak mereka untuk mendapatkan UMK 2015 yang sesuai.

Massa buruh sempat mendorong pintu gerbang kantor Gubernur Jateng. Sekitar pukul 19.00 WIB, Wakil Ketua DPRD Jateng, Sukirman keluar menemui para buruh. Kesempatan itu pun langsung dimanfaatkan para buruh dengan meminta Sukirman menyampaikan tuntutan mereka pada Gubernur Jateng Ganjar Pranowo untuk merevisi UMK 2015. Sukirman pun memenuhi permintaan massa buruh dan meminta mereka untuk segera membubarkan diri.

Tapi sebelum bubar, situasi sempat memanas. Setelah mereka sempat berjoged dengan iringan lagu dangdut “Sakitnya Tuh Di Sini”, para buruh kembali mendorong pintu gerbang kantor Gubernur Jateng dengan keras hingga terlepas dari relnya. Karena melihat situasi yang memanas itu, polisi pun melepaskan tembakan peringatan ke udara sekitar tiga kali.

Untung saja situasi tersebut tidak sampai menyebabkan terjadinya adu fisik dan bentrok antara massa buruh dan aparat kepolisian. Pasalnya, koordinator aksi langsung meminta massa segera mundur dan membubarkan diri. Mereka pun mulai mundur ke arah badan Jalan Pahlawan, sedangkan polisi semakin memperketat penjagaan di halaman kantor.

Sebelumnya, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo telah menetapkan UMK 2015 se-Jateng paada Kamis (20/11/2014) lalu. Kota Semarang menjadi daerah dengan UMK tertinggi, yaitu sebesar Rp 1.685.000. Meskipun rata-rata mengalami kenaikan sekitar 14 persen, namun para buruh menilai UMK tersebut masih belum mampu memenuhi kebutuhan hidup mereka.

Sebarkan..

Tinggalkan Balasan