Program Perumahan dari Buruh dan untuk Buruh

Solidaritas.net – Ketika Pemerintahan Presiden Joko Widodo sedang sibuk dengan rencana program 1 juta rumah bagi buruh yang pembangunannya akan dimulai pada 1 Mei nanti bertepatan dengan Hari Buruh Sedunia, sejumlah buruh di Kabupaten Karawang, Jawa Barat sudah memulainya sejak beberapa tahun yang lalu. Mereka tak perlu banyak bicara di media, tetapi langsung menjalankan gagasan yang mulia itu demi kesejahteraan kaumnya.

perumahan buruh
Penyerahan progres perumahan dari Tim Perumahan PPMI ke anggota PPMI PT Heinz. Sumber: Facebook Benny Adam.

Adalah serikat buruh DPC Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI) Kabupaten Karawang yang menggagasnya. Program Perumahan PPMI ini bermula dari kenyataan bahwa di akhir tahun 2012 hingga awal 2013, sekitar 75 persen dari ribuan anggota PPMI Karawang masih belum memiliki rumah. Kepengurusan PPMI Karawang saat itu mencoba menemukan cara untuk memperjuangkan agar anggotanya bisa memiliki rumah sendiri.

“Kita coba sounding ke salah satu developer, akhirnya terwujud gelombang pertama Perumahan PPMI di Perum Citra Swarna, bisa dihuni pada bulan November 2013 di wilayah Karawang Tengah. Harapannya anggota bisa tenang dengan memiliki rumah sendiri dan tidak ngontrak lagi atau numpang di rumah mertua,” cerita Ketua Team Residence PPMI Karawang, Odin Liana, yang melaksanakan program Perumahan PPMI, Rabu (15/4/2015).

Program perumahan bagi buruh ini pun tak hanya berlangsung sekali. Pada akhir 2014 lalu, mereka kembali membuka perumahan baru di wilayah Karawang Barat, tepatnya di Perum Taman Palumbon Asri. Hingga saat ini, sudah ada sekitar 500 unit rumah dari Program Perumahan PPMI ini yang dihuni oleh para buruh. Sedangkan pada tahun 2015 ini, sudah mulai pula dibangun sebanyak 2.000 unit rumah lagi untuk di wilayah Karawang Timur.

Perumahan ini tentunya hadir dengan berbagai kemudahan bagi para buruh yang ingin membelinya. Selain proses kredit yang lebih gampang, angsurannya juga tak terlalu besar. Untuk bisa memiliki rumah dari program ini, seorang buruh yang sudah menjadi karyawan tetap hanya perlu melampirkan KTP, Kartu Keluarga, Kartu BPJS Ketenagakerjaan dan ID Card Pegawai. Setelah melakukan booking, selanjutnya mengisi aplikasi untuk administrasi.

Kemudahaan lainnya, para buruh tak perlu membayar uang muka, karena dibiayai oleh Program Pinjaman Uang Muka Perumahan (PUMP) BPJS Ketenagakerjaan. Mereka cukup menyediakan uang sebesar Rp 3,5 juta untuk biaya proses administrasi pembelian rumah seharga Rp 110 juta tersebut. Kemudian, tinggal membayar angsuran yang berkisar mulai ratusan ribu rupiah hingga Rp 1,1 juta per bulan untuk jangka waktu 10, 15 dan 20 tahun.

Pada Selasa (14/4/2015) kemarin, Team Residence PPMI Karawang pun mengadakan akad kredit massal antara pihak developer dengan para buruh yang membeli rumah tersebut di kantor BTN Cabang Karawang, yang sekaligus sebagai persembahan bagi para buruh dalam memperingati Hari Buruh Sedunia. Selain bagi para buruh PPMI, program perumahan ini juga bisa diikuti oleh anggota serikat buruh lainnya dengan syarat dan proses yang sama.

“Kami mewadahi teman-teman dari serikat lain, jika mereka berkenan. Bisa langsung hubungi saya atau pengurus PUK/PPA secara kolektif,” pungkas Kepala Bidang Diklat dan Pengkaderan PPA PPMI PT Supravisi Rama Optik MFG yang akrab disapa Kang Odeg itu.

Sebarkan..

Tinggalkan Balasan