PPMI dan ABK Geruduk Mapolres Purwakarta

Buruh yang tergabung Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI) menggeruduk Kantor Mapolres Purwakarta, Kamis (12/9). Buruh menuntut kejelasan penyidikan kasus penganiayaan terhadap buruh saat mogok di PT Indo Bharat Rayon (IBR) pada 6 Februari 2013. Aksi tersebut dibantu oleh Aliansi Besar Karawang yang datang membawa mobil komando ke lokasi aksi tersebut.

Ratusan buruh membawa berbagai atribut dan melakukan aksi blokade jalan. Arus lintas terhenti, sementara Koordinator Lapangan (Korlap), Daeng Wahidin berorasi mengecam kinerja aparat kepolisian yang diduga kongkalikong dengan pengusaha PT IBR.
“Saat kami melakukan aksi di PT IBR beberapa waktu lalu, ada sekitar ratusan orang yang tidak dikenal dengan mengenakan pita merah sengaja menyerang kami. Saat itu, para buruh yang demo dilempari batu, balok serta disiram dengan cairan kimia. Akibatnya ada anggota kami yang harus dirawat di rumah sakit,” ungkap Wahidin, dilansir dari Inilahkoran.com.

Wahidin juga mengancam terus-menerus melakukan aksi hingga ada kejelasan mengenai kasus tersebut. Setelah tujuh bulan berlalu, kabarnya polisi hanya menetapkan satu tersangka saja.
Karena aksi tersebut berhasil menghentikan lalu lintas, Mapolres Karawang akhirnya mempersilahkan tiga perwakilan massa untuk masuk ke dalam aula. Kasat Reskim, AKP Faisal Pasaribu membantah pihaknya kongkalikong dengan pengusaha.

Ia mengklarifikasi bahwa saat ini sudah tiga orang ditetapkan sebagai tersangka. Dua di antaranya masih buron. “Kami terus melakukan pengejaran kepada dua tersangka itu,” jelasnya.
***
Foto: Koeli Karawang
Konten ini disebarkan di bawah lisensi CC BY-SA 3.0, kecuali dinyatakan lain .
Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *