Polisi Hanya Tetapkan Satu Tersangka dalam Kasus Kekerasan terhadap Buruh Voksel

buruh perempuan dipukuli preman
Buruh perempuan yang menjadi korban pemukulan anggota ormas Pemuda Pancasila.

Solidaritas.net, Bogor – Sampai saat ini, Kamis (8/10/2015) pihak Kepolisian di Kabupaten Bogor baru menetapkan satu orang tersangka yang berasal organisasi Badan Pembina Potensi Keluarga Besar Banten (BPPKB) dalam kasus kekerasan terhadap buruh PT Voksel Elektrik. Hal ini sangat disayangkan oleh Serikat Pekerja Multi Metal (SPMM) Federasi Serikat Pekerja Aneka Sektor Indonesia (FSPASI) yang menaungi buruh di perusahaan tersebut.

Pasalnya bukan hanya dari BPPKB saja yang melakukan tindak kekerasan terhadap buruh dalam aksi di Jalan Raya Narogong, KM16, Desa Limusnunggal, Cileungsi, Bogor, pada Rabu (24/6/2015) lalu. Melainkan masih ada oknum lainnya yang turut melempari buruh pada saat itu sehingga mengakibatkan salah seorang buruh mengalami luka-luka dan bocor pada bagian kepala. (Baca Juga: Pemuda Pancasila Sweeping Sampai ke Kontrakan Buruh PT Voksel Elektrik)

Oknum yang dimaksud yaitu Pemuda Pancasila (PP) dan Karang Taruna. Bahkan diduga anggota DPRD terpilih yang berasal dari Dapil II, yang juga memegang usaha limbah pabrik PT Voksel Elektrik, Junaidi Samsudin, berperan sebagai dalang pada kasus ini. (Baca Juga: Anggota DPRD Fraksi PPP Jadi Dalang Kekerasan Terhadap Buruh PT Voksel)

“Selain pihak manajemen, oknum DPRD Kabupaten Bogor pun turut menjadi dalang dalam kasus buruh PT Voksel Elektrik saat melakukan demo,” kata wakil ketua II SPMM FSPASI, Musjianto saat dihubungi Solidaritas.net, Senin (29/6/2015).

Sementara itu, saat dihubungi Solidaritas.net, Senin (7/10/2015), ketua PUK SPMM FSPASI PT Voksel, Suratman menjelaskan, bahwa pihaknya selalu menanyakan hal ini pada pihak terkait sebagai reaksi atas proses hukum yang hanya menetapkan seorang saja dalam kasus tersebut.

“Penangkapan pelaku kekerasan terhadap buruh belum dilakukan oleh pihak kepolisian dan kita akan terus menanyakan hal ini. Sampai saat ini baru ada seorang tersangka yang diproses dan sudah sampai di pengadilan,” katanya

Saat ini, buruh-buruh PT Voksel tengah mendirikan tenda di depan perusahaan, bukan hanya untuk mengawal proses hukum kasus tersebut, buruh-buruh juga turut menuntut hak-hak mereka yang selama ini tidak diberikan oleh perusahaan.

Diketahui Aksi unjuk rasa buruh PT Voksel Elektrik yang tergabung dalam SPMM-Federasi FSPASI di perusahaan yang beralamat di Jalan Raya Narogong, KM16, Desa Limusnunggal, Cileungsi, Bogor , Rabu (24/6/2015) diserbu oleh kelompok ormas Pemuda Pancasila (PP), BPPKB dan Karang Taruna. Massa ormas ini juga mendatangi tempat tinggal buruh sehingga membuat buruh terpaksa mengungsi ke rumah rekannya.

Beberapa orang yag menjadi korban tindakan brutal ormas tersebut, diantaranya yaitu Siti Khomsiyatun, Rohim Suminta, Dasep Bambang, Thison dan Jasman Hadi.

Sebarkan..

Tinggalkan Balasan