Perbedaan Workaholic dan Pekerja Keras

workholic
Foto ilustrasi. Sumber: Beforeitsnews.com.

Solidaritas.net, Jakarta – Kita banyak mengenal istilah dalam dunia kerja. Seperti dua istilah ini, workaholic dan pekerja keras. Namun terkadang kita salah kaprah dalam memahaminya, sehingga tidak sedikit yang menganggap bahwa pekerja keras dan workaholic (pecandu kerja) adalah sama.

Workaholic dan pekerja keras adalah dua istilah untuk dua hal yang berbeda. adalah seseorang yang tidak melihat hal lain yang lebih penting selain pekerjaannya, meski berakibat negatif pada kehidupan sosial, keluarga, hingga kesehatan.

Sebaliknya, pekerja keras masih mempunyai waktu luang dengan menikmati aktivitas pekerjaan mereka. Bisa melihat dirinya dan pekerjaannya berada di tengah-tengah dunia dan orang-orang yang berada di sekitarnya. Dilansir dari Tempo.co, perbedaan antara pekerja keras dan workholic  sebagai berikut:

Pertama, apabila pekerja keras menganggap pekerjaan sebuah kewajiban yang menyenangkan dan dibutuhkan. Sedangkan workaholic memandang pekerjaan sebagai cara untuk menjauhkan diri dari hubungan dan perasaan yang tak diinginkan.

Kedua, seorang pekerja keras tetap berusaha menyediakan waktu bagi keluarga dan teman, sementara workaholic menganggap pekerjaan lebih penting dari apa pun dalam hidup mereka.

Ketiga, workaholic mendapatkan kegembiraan saat mendapatkan tugas yang mustahil, namun tidak demikian bagi seorang pekerja keras.

Keempat, pekerja keras dapat mengambil istirahat sejenak, sedangkan workaholic menganggap istirahat hanya membuang waktu.

Sementara itu, Vemale.com melansir beberapa kebiasaan buruk dan resiko bagi pecandu kerja sebagai berikut:

  1. Lupa untuk bersantai, kebiasaan ini dapat membuat seseorang lebih mudah stres.
  2. Tidak mengkonsumsi makanan sehat, seorang workaholic akan melewatkan menu makanan sehat dan lebih memilih makanan siap saji yang kadar kesehatannya masih diragukan.
  3. Menunda tidur sehingga menyebabkan iritabilitas, kesulitan dalam berkonsentrasi dan masalah memori.
  4. Mengkonsumsi kopi secara berlebihan, terkadang untuk menghilangkan ngantuk demi lancarnya suatu pekerjaan, seseorang memilih mengkonsumsi kopi lebih dari 3 cangkir setiap harinya. Kebiasaan ini dapat mengakibatkan workaholic hipertensi, jantung berdebar dan insomnia.
  5. Tetap bekerja meskipun sakit, padah bekerja dalam kondisi yang tidak sehat justru tidak membuat kita produktif. Oleh karena itu, ketika sakit menyerang, semestinya kita beristirahat utuk memulihkan kondisi tubuh.
  6. Tidak ada waktu untuk olahraga, pekerjaan yang berjibun membuat kita tidak memilki waktu untuk berolahraga. Padahal berolahraga sangatlaah penting bagi kesehatan tubuh, baik di masa kini juga di masa depan.
Sebarkan..

Tinggalkan Balasan