Penyakit Gagal Ginjal “Hantui” Para Buruh Pabrik

Solidaritas.net – Masih ingat kasus buruh pabrik dari salah satu pabrik baja di Balaraja, Kabupaten Tangerang, yang nekat menjual ginjalnya pada bulan Maret 2013 lalu? Ia menawarkan organ tubuhnya itu seharga Rp 50 juta melalui situs Kaskus. Buruh pabrik tersebut mengaku membutuhkan uang untuk biaya pengobatan orang tua dan kakeknya.

buruh rentan alami penyakit ginjal
Buruh pabrik mesin sedang bekerja. Kredit: Merdeka.com

Kasus lainnya pada tahun yang sama, seorang buruh outsourcing dari perusahaan milik negara (BUMN) di Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi yang terpaksa menjual ginjalnya untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya, karena sudah 8 bulan tidak digaji. Kejadian yang benar-benar tragis dalam kehidupan buruh pabrik yang masih jauh dari kata sejahtera.

Namun, bicara soal ginjal, ternyata juga ada banyak bahaya yang mengancam kesehatan ginjal para buruh pabrik. Salah satunya adalah penyakit gagal ginjal yang “menghantui” para buruh pabrik, karena risiko pekerjaan yang dihadapinya. Gagal ginjal merupakan penyakit yang terjadi karena organ ginjal tidak mampu lagi menjalankan fungsinya.

Pada dasarnya, buruh pabrik memiliki tingkat risiko yang sangat tinggi untuk terkena penyakit gagal ginjal ini, terutama pada buruh pabrik yang pekerjaannya berhubungan langsung dengan bahan-bahan kimia. Pasalnya, bahan-bahan kimia yang berbahaya itu dapat menyebabkan penyakit gagal ginjal, jika terpapar dan masuk ke dalam tubuh.

Paparan panas juga bisa menyebabkan gagal ginjal. Penelitian yang dilakukan Borghi (1994) pada buruh pabrik gelas yang terpapar panas dengan suhu 29-31 derajat WBGT (Wet Bulb Globe Temperature) di lingkungan kerjanya selama lebih dari 5 tahun, menemukan 38,8 persen buruh pabrik mengalami kristalisasi urin yang dapat menyebabkan gagal ginjal.

Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar 2013 yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan RI, prevalensi (tingkat jumlah kasus yang terjadi pada suatu wilayah) penyakit gagal ginjal yang dialami buruh pabrik, termasuk juga petani dan nelayan, pada umur 15 tahun ke atas mencapai 0,3 persen. Dalam kata lain, 30 dari 100 orang mengalami penyakit gagal ginjal.

Selain karena risiko pekerjaan, juga banyak hal lain yang bisa menyebabkan penyakit gagal ginjal pada buruh pabrik. Salah satunya adalah karena terlalu sering menahan buang air kecil dalam waktu yang lama. Kebanyakan buruh pabrik memang kesulitan meninggalkan pekerjaannya yang padat atau mendapatkan izin dari pengusaha karena ditekankan harus mengejar target, meskipun hanya untuk buang air kecil.

Padahal, kebiasaan menahan buang air kecil itu dapat mengakibatkan terjadinya kristalisasi urin pada saluran kemih, yang kemudian berujung pada satu penyakit yang biasa disebut “sakit kencing batu”. Penyakit kencing ini akan menjadi cikal bakal gagal ginjal, karena kristalisasi urin pada saluran kemih itu berhubungan langsung dengan fungsi organ ginjal.

Penyebab gagal ginjal yang lain adalah kebiasaan merokok. Para peneliti dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dan Universitas Gajah Mada telah membuktikan hubungan antara merokok dengan gagal ginjal, yang dipublikasikan dalam jurnal Berita Kedokteran Masyarakat pada bulan Juni 2008. Ternyata, perokok aktif memiliki peluang 7 kali lebih besar untuk mengalami penyakit gagal ginjal dibandingkan dengan yang tidak perokok.

Sebarkan..

Tinggalkan Balasan