Pengikut Jonru Kaitkan Insiden Jatuhnya Crane di Mekkah Dengan Jokowi

postingan jonru
Postingan Jonru mengenai insiden jatuhnya Crane di Mekkah dan Jokowi mendarat di Jeddah.

Solidaritas.net, Mekkah – Akibat badai, sebuah crane jatuh dan menimpa para jamaah haji di Mekkah yang mengakibatkan 107 meninggal dan ratusan lainnya luka-luka, Jumat (11/9/2015). Warga negara Indonesia yang terluka dalam insiden ini berjumlah 32 orang dan 2 orang meninggal dunia.

Jonriah Ukur Ginting atau yang akrab disebut “Jonru” membagikan postingan berjudul “Crane timpa ratusan jamaah di Makkah, saat Jokowi mendarat di Jeddah” di halaman penggemarnya di Facebook, Sabtu (12/9/2015). Postingan ini langsung mendapatkan berbagai tanggapan dari Netizen.

“Itu artinya alampun ga ikhlas menerima jokowi di tanah timur tengah yg suci. masa ga bisa ngebaca kode alm sih..,” tulis pemilik akun Nurhidayatika Abdillah.

Netizen pengikut Jonru menganggap, musibah yang menimpa jamaah haji itu bukan sebuah kebetulan. Mereka menganggap badai di Arab yang bertepatan dengan mendaratnya pesawat yang mengangkut Presiden Jokowi beserta rombongannya itu sebagai tanda alam.

“Tanah Haram menolak manusia penggagas islam nusantara.. Penggagas uang haji mending utk bangun infrastruktur, sekalian aja buat kabah sendiri di indonesia..,”tulis akun Jerry Heikal.

Selain tanda alam, ada juga netizen yang menganggap kejadian tersebut sebagai azab untuk Jokowi. Netizen tersebut menganggap Jokowi sebagai presiden yang selalu menipu rakyatnya dan zhalim.

“Apa itu sebuah teguran bwt pemimpin arab bahwa mereka telah menyambut orang musyrik n kotor jiwanya ( slalu menipu rakyatnya ) yg selalu zhalim n akan membawa kehancuran bgi umat muslim,” tulis pemilik akun Clever Love.

Komentar-komentar miring tersebut mengundang tanggapan dari netizen lainnya. Tentu tidak semua orang sependapat dengan komentar-komentar itu. Sebagian besar orang menganggap Jonru sudah gila karena selalu mengkaitkan segala macam musibah dengan keberadaan Jokowi.

Pemilik Twitter @aguskhaidir menulis artikel berjudul “Crane Jatuh di Mekkah Salah Jokowi Juga? Jonru, Apa Anda Sudah Gila?” yang dimuat oleh Tribunnews.com. Berikut sebagian kutipannya:

Ada banyak sekali kabar berita dari tanah suci yang melesat-lesat di internet sejak berita pertama dilansir (hampir bersamaan) oleh Arab News, Daily Mail, CNN, BBC, dan Al Jazeera. Namun Jonru hanya menyebarluaskan satu berita. Iya, hanya satu. Ditayangkannya kira-kira pukul 09.00 WIB, atau 10 jam setelah peristiwa terjadi. Judulnya: “Crane Timpa Ratusan Jamaah di Mekkah, Saat Jokowi Tiba di Jeddah.”

Berita ini sesungguhnya normal belaka. Tidak ada yang salah dalam paparannya. Ada dua sudut pandang yang dikedepankan sekaligus, yakni musibah robohnya crane dan kunjungan kerja Jokowi ke Saudi Arabia yang berlangsung dalam waktu bersamaan.

Akan tetapi, pemilihan judul, membuatnya menjadi multi tafsir. Apalagi, sebagian besar netizen di Indonesia punya kecenderungan malas membaca tapi gemar menyimpulkan dan mencecarkan ejekan, hinaan, dan makian.

Jonru paham benar kecenderungan ini. Karena itu dia memang tidak perlu menambahkan pendapatnya terkait berita ini. Cukup menyalin, mengedit di sana-sini, tepatnya mengurangi bagian yang tak perlu, dan menampilkannya di halaman akunnya yang memiliki pengikut puluhan ribu itu. Dia paham benar reaksi seperti apa yang akan datang dari pengikut-pengikutnya terhadap berita dengan judul seperti ini, dan, memang, ia sama sekali tak meleset.

Banyak kesimpulan yang mencuat dari salinan Jonru. Antara lain: Jokowi pembawa sial, Jokowi tak diterima tanah yang suci, Jokowi ditegur Allah, bahkan Jokowi jelmaan dajjal. Kesimpulan utamanya, crane roboh gara-gara Jokowi datang. Kesimpulan-kesimpulan ini kemudian disebarluaskan pula. Beberapa di antarnya dibumbui pula dengan penggalan dari teori konspirasi atau hadist atau ayat-ayat, juga pendapat dari pakar atau ahli ini dan itu.

Selain artikel yang cukup panjang tersebut, netizen juga melontarkan komentar yang tidak sependapat dengan aksi Jonru tersebut.

“Hubungannya??? Ah bukan bedebah jonru kalo gak bikin statement ngawur… Then again, you’re not that smart either. Your followers are even dumber, so yeah…” kata pemilik akun Facebook @arsamanggala saat membagikan postingan Jonru.

“Jonru ini otak dan peperasaannya dimana yak?? Ngaku muslim tapi gak percaya rukun iman yang ke-6..Allah Swt sudah menetapkan suatu peristiwa maka jadilah..be smart dan be wise cuyy..nanti lo sariawan,mencret2,sakit salahkan jokowi…kalo mw kritik dan ksh masukan yg bener pak..jangan tukang hasut dan fitnah,” kata pemilik akun Facebook @asdiiiiii.

Sampai-sampai, Jonru menjadi salah satu trending topic (topik populer) di Twitter karena dibicarakan oleh banyak Netizen. Jonru tentu tidak terima, ia menyebut mereka adalah para haters (pembenci) yang cacat logika. Pasalnya, Jonru merasa hanya membagikan berita yang ditulis oleh Merdeka.com

“Berita tersebut berjudul: “Crane timpa ratusan jamaah di Makkah, saat Jokowi mendarat di Jeddah”. Dan saya langsung dituduh mengaitkan bencana tersebut dengan Jokowi. Padahal tak ada satu pun kalimat pada berita tersebut yang mengaitkan seperti itu,” tulisnya di halaman penggemar Jonru di Facebook.

Netizen tak bisa terima begitu saja, karena Jonru dikenal sangat anti Jokowi. Hampir seluruh postingannya, kecuali berjualan buku dan iklan, berisi kritikan terhadap Jokowi. Halaman penggemarnya menjadi populer menjelang Pilpres di mana ia aktif menulis dan membagikan artikel yang mengkritik dan menyudutkan Jokowi. Ia sendiri adalah pendukung pasangan Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa pada Pilpres 2014 tahun lalu.

Ada juga netizen yang menganggap bahwa membagikan berita tanpa mengemukakan pendapat, artinya setuju dengan isi berita.

“Rancu om postingannya…antara cuma ikut ngeshare berita atau menyetujui isi berita -,,-” anda masih sehat ??” kata pemilik akun Facebook @theresia.cassiopeia.

Sebarkan..

Tinggalkan Balasan