Panen Gagal, Petani Menjadi Buruh

sawah petani kering
Sawah petani yang mengalami kekeringan. Foto: Antara.

Solidaritas.net, Indramayu – Akibat dari kemarau berkepanjangan, areal pertanian di Kabupaten Indramayu mengalami kekeringan hingga petani gagal panen dan gagal tanam. Hal ini berakibat pada hilangnya mata pencaharian petani sehingga memaksa mereka beralih profesi menjadi buruh.

Seorang buruh tani di Kecamatan Kandanghaur, Raswita menuturkan nasibnya yang awalnya seorang buruh tani kemudian beralih menjadi buruh bangunan. Sawah majikannya tidak bisa digarap lantaran kekeringan.

“Kebetulan diajak saudara untuk jadi tukang bangunan. Ya kerja apa saja yang penting dapur tetap ngebul,” katanya, dikutip dari Republika.co.id.

Masalah ini dikonfirmasi oleh pihak Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Indramayu, yang menyebutkan per 31 Juli 2015, 4.278 hektare lahan mengalami gagal panen, 2.247 hektare mengalami kekeringan berat, 5.675 hektare mengalami kekeringan sedang, 5.955 mengalami kekeringan ringan dan seluas 15.273 yang terancam kekeringan.
Kondisi ini juga dialami oleh petani di Desa Karanganyar dan Pasirmalati, Kecamatan Dawuan, Kabupaten Majalengka yang mengeluhkan turunnya hasil panen lebih dari setengahnya akibat kekeringan dan hama wereng.
Jeleknya kondisi padi yang akan dipanen membuat buruh tani enggan bekerja untuk memanen karena tenaga yang dikeluarkan tidak sebanding dengan hasilnya.

Dinas Pertanian Kabupaten Majalengka merilis keterangan sekitar 600 hektare sawah yang mengalami kekeringan. Kondisi terparah berada di Kecamatan Ligung, Jatitujuh dan Kertajati. Sebagian areal kini telah dipanen, sebagian menjelang panen karena masih hijau, dan sebagian lagi diperkirakan akan mengalami puso.

Sebarkan..

Tinggalkan Balasan