Mogok Kerja, Buruh Diusir Dari Rumah Milik Perusahaan

Category: Arsip 45 0

Solidaritas.net, Riau – Pengusaha PT Surya Intisari Raya (PT SIR) Sei Lukut yang diwakili oleh sekuriti mengusir para buruh yang mendiami rumah dinas milik perusahaan, pada Senin(14/6/2015).

foto mogok kerja.
Foto ilustrasi. Kredit: antarafoto.com.

Pengusiran itu dilakukan setelah pengusaha mengetahui rencana buruh yang akan melakukan aksi mogok kerja pertama pada 15-18 Juni 2015.

Dari 200an orang buruh yang akan melakukan aksi mogok kerja, sebanyak tujuh orang buruh yang diusir dari perumahan milik perusahaan. Mereka adalah pengurus Serikat Pekerja Perjuangan PT SIR Sei Lukut.

Pengusiran yang dilakukan oleh sekuriti dan dikawal oleh anggota kepolisian dan juga TNI itu membuat anak-anak dan istri para buruh ketakutan karena selain memerintahkan para buruh untuk meninggalkan rumahnya, adapula barang-barang milik buruh yang diambil secara paksa.

“Bukan hanya diusir, barang-barang milik dua orang buruh juga diambil dan dinaikkan ke truk. Sampai saat ini barang itu tidak diketahui dimana,” kata Muhammad Zamen pengurus forum SP/SB sekabupaten Siak yang turut mengadvokasi masalah ini, kepada Solidaritas.net,  Senin (22/6/2015).

“Padahal permintaan kami sangat sederhana, kita hidup di negara hukum maka penuhi hak-hak buruh sebagaimana yang diatur hukum,” tambah Muhammad Zamen

Buruh yang terusir itu terpaksa harus menyewa rumah di luar karena tidak diperbolehkan mendiami rumah milik perusahaan.

Meskipun diusir dari perumahan milik perusahaan, pada 15-18 Juni 2015 aksi mogok itu tetap dilakukan demi memperjuangkan hak-hak buruh karena selama ini pihak pengusaha telah banyak melakukan pelanggaran terhadap hak mereka. Adapun pelanggaran yang dimaksud, yaitu:

  1. Pembayaran gaji yang tidak transparan.
  2. Pembayaran gaji di bulan Februari di bawah upah minimum.
  3. Pelayanan kesehatan yang tidak layak.
  4. Istri ikut membantu suami bekerja bahkan terkadang dipaksa bekerja, dengan jam dan waktu yang sama dengan suami namun tidak ada penghargaan terhadap pekerjaan tersebut.
  5. Basis target tonase terlalu tinggi sehingga jam kerja melebihi jam kerja yang diatur UU namun tidak dihitung lembur.
  6. Intimidasi terhadap karyawan dan pengurus serikat.
  7. APD dan Alat Kerja yang di potong dari gaji karyawan.

Tidak senang karena buruh tetap melakukan aksi mogok kerja, mandor perusahaan mendatangi istri para buruh yang masih mendiami rumah milik perusahaan dan memerintahkan agar segera meninggalkannya. Saat itu suami mereka sedang melakukan aksi mogok kerja dengan mendatangi kantor Disnaker Siak.

Mandor perusahaan juga menyampaikan kepada buruh agar segera mengakhiri aksi mogok dan apabila aksi itu tidak segera dihentikan maka pengusaha akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 40 orang buruh pada tahap pertama.

Sampai Senin (22/6/2015), buruh masih mengawal permasalahan ini di Disnaker Siak dan buruh menilai bahwa pihak Disnaker Siak lemah dalam melindungi hak buruh. Selain itu, buruh yang terusir pun belum juga diperbolehkan mendiami rumah milik perusahaan.

PT SIR Sei Lukut sendiri adalah perusahaan milik PT Surya Dumai Group yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit.

Sebarkan..

Related Articles

Add Comment

close