2 Comments

  1. Mawaddi L

    Tulisan di atas baik, meskipun menurut saya yang awam terhadap dunia jurnalistik, tulisan ini jelas sarat akan data dengan tujuan menjatuhkan, subjektif yang hanya lihat bercak noda dalam seluruh gambaran besar permasalahan.

    Menwa itu bukan sebuah organisasi kaku yang bersikeras mempertahankan nilai-nilai di zaman orde baru seperti yang disebutkan di atas. Tanpa bermaksud untuk mendiskreditkan pihak manapun, oknum selalu ada untuk merusak suatu catatan baik suatu institusi dan organisasi, sama halnya dengan Menwa, tentu saja tidak lepas dari keberadaan oknum tersebut.

    Menwa yang sekarang adalah organisasi yang lebih menitikberatkan kepada penyaluran minat dan bakat terhadap dunia militer, tanpa menghilangkan fungsinya sebagai fasilitator dan dinamisator kampus. Pandangan bahwa tugas menwa yang sering bertabrakan dengan satpam kampus mungkin merupakan pandangan yang umum dijumpai bagi mereka yang tidak mengerti, tapi ketahuilah bahwa ada banyak hal yang satpam mungkin tidak dapat kerjakan, sedangkan Menwa dapat mengerjakannya. Menjadi jembatan penghubung antara mahasiswa dan civitas kampus tentu bukan pekerjaan yang satpam dapat lakukan. Berada di garis depan dalam membela kampus tentu bukan hanya sekedar dalih, kami belajar untuk mengamalkan bela negara dalam lingkup yang lebih kecil, yaitu dunia pendidikan.

    Tentu saja saya bukan seorang yang gemar membenarkan yang salah ataupun sebaliknya. Oknum tentu harus ditindak tegas. Penyiksaan dan penganiayaan bukan corak Resimen Mahasiswa baik dulu maupun sekarang. Oleh karenanya apabila Menwa hendak diaktifkan kembali, penegakkan PDRM dan sanksi terhadap pelanggarannya tentu harus diperkuat juga.

    Usulan untuk membubarkan Menwa hanya karena alasan efisiensi dan ketakutan terbungkamnya kebebasan berpendapat bukanlah suatu usulan yang bijak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *