Memalukan , Pimpinan DPR Datang Di Kampanye Donald Trump

Category: Arsip 21 0
donald trump fadli zon setya novanto
Fadli Zon dan Setya Novanto terlihat hadir dalam kampanye Donald Trump di AS. Foto: metrotvnews.com.

Solidaritas.net, AS – Kehadiran pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Fadli Zon dan Setya Novanto dalam acara jumpa pers kampanye yang digelar bakal calon presiden Amerika Serikat dari Partai Republik, Donald Trump, Kamis(3/9/2015) waktu setempat, menuai kritik pedas dari berbagai kalangan. Bahkan dari kalangan DPR sendiri, menganggap hal itu sebagai sesuatu yang memalukan.

Tanggapan itu datang dari anggota Komisi I DPR, Charles Honoris. Ia merasa malu menyaksikan tingkah pimpinan DPR itu. Kritikan pedas itu bisa terbilang wajar karena selama ini Donald Trump dikenal sebagai seseorang yang rasis dan anti-imigran.

“Ini tidak etis dan memalukan. Kita sebagai negara besar dijual di sana,” kata Charles, dilansir dari Tribunnews.com, Sabtu (5/9/2015).

Menurut Charles, Setya dan Fadli berangkat ke Amerika Serikat menggunakan uang negara dan kedatangannya ke kampanye Donald Trump sudah pasti menyakitkan perasaan bangsa Indonesia.

“Apa yang dilakukan Setya dan Fadli di tengah kampanye Donald Trump memalukan rakyat Indonesia,” ujarnya.

Tidak hanya dari kalangan DPR, kritikan juga hadir dari pengguna media sosial. Seperti yang dicatat oleh Indonesia Indicator, sentimen negatif tentang Fadli Zon terkait berita Donald Trump di Twitter memiliki persentase 40,4% sementara yang positif hanya 26,6%. Sementara itu, Setya Novanto sentimen negatifnya 40,2% dan positifnya hanya 27%.

“Ini termasuk jarak cukup besar,” kata Kepala Riset Indonesia Indicator, Wildan Pramudya, dilansir dari Bbc.com.

Kedatangan Setya dan Fadli dalam kampanye Donald Trump juga dinilai berbanding terbalik dengan kampanyenya yang pada saat itu menyebutkan anti Amerika dan menuding Jokowi sebagai antek Amerika.

Menanggapinya, Fadli Zon menjelaskan bahwa pertemua itu dilakukan untuk membincangkan investasi Trump di Indonesia.

“‎Kami bicara tentang ekonomi dan investasi Trump di Indonesia. Tentu kita sangat hargai pengusaha yang mau investasi dalam situasi ekonomi seperti sekarang. ‎(Pertemuan DPR RI dengan Donald Trump) Tidak masuk acara resmi. Jadi spontan saja,” kata Fadli Zon, dilansir dari Liputan6.com.

Sayangnya, penjelasan itu justru kembali menuai kritik dari Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi), Lucius Karus menduga ulah Setya dan Fadli sebagai pelanggaran etis yang terjadi ketika pimpinan DPR bertemu dengan Donald Trump.

“Jika dibilang spontan dan tidak masuk agenda kerja, maka ada dugaan pelanggaran etika karena mereka tidak mampu memisahkan kepentingan pribadi dengan kepentingan kerja. Kedua, dalam pertemuan itu disebutkan berbicara tentang investasi. Apa urusan investasi dengan DPR? Lobi-lobi seperti itu urusan eksekutif. Tidak ada dalam ketentuan undang-undang bahwa DPR harus melakukan fungsi diplomatis,” jelasnya.

Sebarkan..

Related Articles

Add Comment

close