Lagi, Buruh PT Johnson & Son Berdemo di Pabrik

Solidaritas.net, Jakarta – Buruh PT Johnson kembali melakukan aksi unjuk rasa terkait status kerja para buruh yang telah bekerja lebih dari 3 tahun, namun masih berstatus PKWT (kontrak) di kantor PT SC Johnson & Son Jl Pulo Lentut No 16 kawasan industri Pulogadung Rawa Terate Jakarta, Selasa (12/5/2015) .

buruh pt johnson & son
Aksi buruh PT Johnson. Foto: Soleh.

Tidak berbeda dengan tuntutan pada aksi-aksi sebelumnya, pada aksinya kali ini buruh menuntut untuk dipekerjakan kembali dan diangkat status kerjanya menjadi PKWTT (tetap), hapus sistem outsourcing dan borongan, serta copot Kabid Disnakertrans Jakarta Timur. (Baca Juga: Aksi Tuntut Kejelasan Status Kerja Dikawal Ketat Aparat Kepolisian)

Aksi tersebut dimulai sekitar pukul 08.00 – 10.00 WIB, kemudian  dilanjutkan dengan aksi menuju Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (DisNakertrans) Provinsi DKI Jakarta di Jl.Prapatan No.52 Jakarta Pusat pada pukul 11.00 WIB.

Saat melakukan perundingan dengan buruh, pihak Disnakertrans Provinsi mengatakan bahwa tugas mereka hanyalah menulis laporan dan mendengarkan. Olehnya, pihak Disnakertrans merasa tidak pantas dan tidak memiliki wewenang untuk menegur pihak pengusaha.

Dalam aksinya di depan kantor Disnakertrans Provinsi DKI Jakarta, sekitar 300 buruh PT SC Johnson & Son menyuarakan tuntutan mereka melalui aksi teatrikal yang menampilkan “pengusaha PT SC Johnson & Son” yang kerap menganggap pekerja sebagai budak. Tidak hanya itu, dalam aksi teatrikal tersebut juga digambarkan kebobrokan kinerja Disnaker dalam menangani permasalahan buruh.

“Kami menuntut hak kami, karena sudah jelas, kami bekerja di bagian inti produksi dan itu tidak boleh diborongkan atau di-outsourcing-kan. Hal tersebut pun diatur dalam UU Nomor 13 Tahun 2003 pasal 59 tentang status kerja,” kata salah seorang buruh PT SC Johnson & Son, Soleh Mulyadi kepada Solidaritas.net. 

Ke depannya, buruh berencana akan melakukan aksi ke Kedutaan Besar (Kedubes) Amerika Serikat di Jakarta.

Sebarkan..

Tinggalkan Balasan