Korban Kapal Tenggelam di Malaysia Diduga BMI Ilegal

tim sar malaysia
Tim SAR Malaysia terus melakukan upaya penyelamatan dan pencarian korban kapal tenggelam di perairan Selangor. Sumber: BBC.com.

Solidaritas.net, Malaysia – Penyelidikan kasus kapal membawa warga negara Indonesia (WNI) yang tenggelam di lepas pantai Sabak Bernam, Selangor, Malaysia, beberapa waktu lalu, terus dilakukan oleh aparat berwenang di Tanah Air. Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur menduga puluhan korban tersebut merupakan buruh migran Indonesia (BMI) illegal yang tak memiliki dokumen keimigrasian, dan bermaksud akan kembali ke Indonesia.

“Kapal diduga kuat dalam perjalanan menuju Tanjung Balai Asahan (Provinsi Sumatera Utara) dengan membawa WNI yang dikategorikan sebagai Pendatang Asing Tanpa Ijin (PATI),” jelas keterangan pers tertulis KBRI di Kuala Lumpur yang diterima oleh wartawan, seperti dikutip oleh Redaksi Solidaritas.net dari website BBC Indonesia, Senin (7/9/2015).

Lebih lanjut dijelaskan oleh KBRI di Kuala Lumpur, dugaan tersebut berdasarkan peristiwa serupa yang pernah terjadi sebelumnya. Selain itu, lokasi keberangkatan kapal juga tidak melalui pelabuhan resmi. Pemerintah Malaysia sebelumnya telah melaporkan bahwa kapal kayu yang membawa sekitar 100 orang penumpang terbalik sebelum tenggelam, pada Kamis (3/9/2015), karena kelebihan muatan dan juga akibat dihantam gelombang tinggi.

Menurut Badan Maritim Malaysia, kapal berukuran sekitar panjang 15 meter dan lebar 3 meter itu memuat penumpang berlebih, sehingga kapal tak sanggup lagi menampungnya.

“Kapal ukuran tersebut hanya diperbolehkan mengangkut 16 penumpang,” ungkap Kepala Badan Maritim Malaysia, Mohamad Aliyas bin Hamdan pula memberikan keterangannya.

Hingga saat ini, Tim SAR Malaysia terus berusaha melakukan upaya penyelamatan dan pencarian korban kapal tenggelam tersebut. Informasi yang dihimpun KBRI di Kuala Lumpur menyebutkan bahwa sejauh ini Tim SAR Malaysia telah menemukan sebanyak 20 orang korban yang selamat. Sedangkan korban tewas sudah berjumlah sebanyak 14 orang.

“Operasi pencarian masih akan terus dilaksanakan selama tujuh hari dengan mengerahkan tujuh kapal dan satu helikopter,” jelas keterangan dari KBRI di Kuala Lumpur lagi pada pers.

Hingga saat ini, KBRI di Kuala Lumpur masih terus melakukan koordinasi dengan Badan Maritim Malaysia untuk memonitor operasi penyelamatan dan mendapatkan perkembangan.

Sebarkan..

Tinggalkan Balasan