Kelompok Baca Bumi Manusia Ajak Buruh Giat Membaca

Solidaritas.net, Cikarang – Meski melakukan pekerjaan-pekerjaan berat dan keras secara fisik di pabrik-pabrik, bukan berarti kaum buruh hanya memikirkan soal pekerjaan dan kehidupan mereka. Buktinya, masih ada buruh yang haus akan ilmu pengetahuan. Mereka pun terlibat aktif dalam berbagai kegiatan untuk menambah wawasan dan pengetahuan.

kbbm
Kegiatan KBBM berlangsung di salah satu pabrik di kawasan MM2100 Cikarang, 2 April 2015. Foto: Wahyu / KBBM

Salah satunya adalah Kelompok Baca Bumi Manusia (KBBM), yang mengajak para buruh untuk membaca dan mendiskusikan buku Bumi Manusia karya sastrawan Pramoedya Ananta Toer. Melalui kelompok baca ini, para buruh diajak untuk giat membaca, sehingga bisa membuka pikiran menjadi lebih luas dan mempengaruhi pola pikir tentang banyak hal.

“Penuh inspirasi serta pengetahuan, dan harus sering di-publish terus di media Solidaritas, karena biar banyak buruh membaca. Selama ini buruh untuk membaca sangat sulit dan tidak mau. Aku berharap agenda Road Show KBBM terus bisa berjalan untuk buruh, supaya minat baca,” ungkap Atang, salah seorang buruh dari PT Bevananda Mustika di Cikarang yang terlibat aktif dalam kelompok baca ini kepada Solidaritas.net, Selasa (21/4/2015).

KBBM ini sendiri digagas oleh seorang mantan buruh pabrik yang berhenti karena putus kontrak, Wahyu. Pria 25 tahun itu mengaku kesadaran minat baca para buruh yang sangat minim, menjadi alasan utama dirinya mengadakan kegiatan membaca bersama ini. Saat mendapat dukungan dari penggiat Solidaritas.net, Wahyu pun mengadakan pertemuan perdana pada 13 November 2014 lalu di kantor media alternatif bagi para buruh tersebut.

Hingga saat ini, Wahyu bersama para buruh dari berbagai perusahaan selalu rutin mengadakan pertemuan setiap hari Kamis malam. Bahkan, beberapa kali mereka juga melakukan pertemuan di sejumlah pabrik, agar bisa lebih dekat dengan para buruh. Dengan kelompok baca ini, dia berharap kedepannya para buruh tertarik dengan budaya membaca.

“Hampir di setiap pertemuan KBBM aku selalu mengingatkan kawan-kawan yang hadir mengenai dampak positif ketika seseorang mengapresiasi karya sastra. Dengan adanya kelompok baca ini, aku harapkan kawan-kawan buruh menjadi sadar mengenai pentingnya budaya baca, agar tak melulu dikibuli oleh pengusaha di pabriknya, maupun negara pada umumnya,” ujar pria yang sekarang menjadi seorang guru salah satu SMA di Bekasi itu.

Andri Yunarko, peserta KBBM lainnya, juga telah merasakan manfaat langsung dari kegiatan membaca bersama ini. Padahal, dia baru ikut bergabung aktif sejak bulan Maret 2015 lalu.

“KBBM itu menarik dan sangat bermanfaat, forum membaca sekaligus diskusi, tidak hanya tentang tulisan Pramoedya dalam novel Bumi Manusia, tetapi juga soal budaya, sejarah, persoalan yang dihadapi buruh, hingga persoalan keluarga di rumah kita masing-masing,” tambah mantan buruh pabrik yang sekarang terlibat aktif dalam kegiatan Solidaritas.net itu.

Sebarkan..

Tinggalkan Balasan