Kaum Buruh Venezuela Tuntut Nasionalisasi Industri Otomotif

Category: Arsip 26 0
buruh venezuela tuntut nasionalisasi
Buruh Venezuela Tuntut Nasionalisasi Industri Otomotif. Kredit: Venezuelanalysis.com.

Solidaritas.net – Kaum buruh otomotif Venezuela mengecam pengurangan produksi perusahaan-perusahaan mobil multinasional di negerinya, karenanya federasi serikat buruh terbesar menyerukan untuk menasionalisasi industri otomotif.

Karena mengangap perusahaan-perusahaan mobil telah berwatak “imperialis”, Minggu ini, Serikat Buruh Nasional (UNT) menyerukan agar pemerintah mengalihkan pabrik-pabrik mobil ke dalam kendali kaum buruh.
Dalam pernyataan pers nya, UNT mengatakan: “ Sudah terbukti dengan jelas… bahwa pembangunan… harus disandarkan pada kelas buruh, dalam arti: kelas buruh mengendalikan pabrik-pabrik.”

Kaum buruh merencanakan aksi-protes hari ini menentang pengurangan produksi di perusahaan-perusahaan utama termasuk Toyota, Ford dan General Motors.

Toyota mulai menghentikan produksinya selama enam minggu di pabrik Cumana, Sucre, dimulai tanggal 13 Feruari, dengan alasan kesulitan mengimpor bahan-bahan. Pabrik tersebut memberikan sumbangan penting bagi ekonomi Sucre.

Menurut perusahaan, 1.300 buruh sudah tak bekerja karena penghentian produksi tersebut, sementara 1.500 lainnya terpengaruh secara tak langsung.

Tahun lalu, pabrik tersebut memproduksi sekitar 9.500 kendaraan.

Memo internal yang dikeluarkan Toyota, yang disebarluaskan oleh media pada bulan ini, menyatakan bahwa perusahaan dalam “situasi yang sangat sulit”, namun upah buruhnya dijamin akan dibayarkan hanya selama 2 minggu pertama penghentian produksi.

Penghentian produksi tersebut dikritik oleh Presiden Nicolas Maduro, yang menuduh perusahaan menunjukkan “mentalitas parasit borjuis”. Presiden menuduh bahwa penghentian produksi tersebut dilandasi alasan politik.

“Para manajer kecil tersebut sekadar menginginkan dollar, dollar dan lebih banyak lagi dollar,” demikian menurut Maduro awal tahun ini.

Organiser serikat buruh, José Marcano, menyatakan pada televisi swasta, Globovision, Toyota “telah melanggar jaminan terhadap kontrak hanya karena kekurangan mata uang asing”. “Kami butuh sumber pendapatan dan kesempatan kerja.” Marcano menambahkan, pengurangan produksi harus dihentikan. “Kami adalah kekuatan yang membantu motorisasi sistim ekonomi, menurutnya.

Sementara itu, Ford dan General Motor telah mengindikasikan juga akan mengurangi produksinya dengan alasan kesulitan sistim pertukara mata-uang Venezuela dan inflasi yang tinggi.

Gilberto Troya, ketua serikat buruh pabrik Toyota di Valencia, Carabobo, mengatakan bahwa perusahaan memutuskan pengurangan produksi tanpa berkonsultasi dengan pekerjanya. Dalam menjelaskan keputusan “sepihak” tersebut, Troya mengatakan bahwa para pekerjanya tidak diberikan informasi resmi tentang keputusan tersebut—bahwa pabrik hanya beroperasi 3 hari dalam seminggu.

Minggu lalu, sekretaris jenderal serikat buruh otomotif, FUTAAC, Christian Pereira, mengatakan bahwa kaum buruh “sangat tertekan” dengan pengurangan produksi di sektor produksi yang sangat besar tersebut.

“Pabrik-pabrik kami ditutup, (perusahaan-perusahaannya) mengabaikan jaminan pekerjaan (buruhnya), memaksa paket ekonomi secara diam-diam dilumpuhkan,” menurut Pereira, saat memberikan alasan bahwa perusahaan-perusahaan asing sedang “melakukan perang ekonomi”.

Maduro menuduh berbagai perusahaan asing dan dalam negeri bermaksud menghancurkan pemerintahannya. Ia membebankan tingkat kelangkaan dan inflasi sekarang ini pada “perang ekonomi” yang dilancarkan oleh sektor swasta.

Bulan Desember lalu, presiden telah mencoba memperbaiki harga mobil dalam rangka memperlambat inflasi dan dalam rangka menangani harga spekulan.

Menurut angka yang diberikan oleh Kamar Venezuela Dagang Bidang Otomotif (Cavanez), pada tahun 2013, 72.000 kendaraan diproduksi di Venezuela

; mengalami penurunan sebesar 30% sejak tahun 2012. Bulan lalu, hasil produksi sektor tersebut sebesar 85% lebih rendah bila dibandingkan dengan bulan Januari 2013. Dari 296 unit yang diproduksi bulan lalu, 291 nya diproduksi oleh Toyota.

Diterjemahkan dari Venezuelanalysis.com, 19 Februari 2014.

Sebarkan..

Related Articles

Add Comment

close