FPR Rohul Demo Tuntut Pembakar Lahan Dipenjarakan

fpr protes asap di riau
Puluhan massa yang tergabung dalam Front Perjuangan Rakyat (FPR) Rokan Hulu (Rohul) menggelar aksi unjuk rasa damai melawan bencana asap di perempatan Taman Kota Pasirpangaraian, Kabupaten Rokan Hulu, Riau, Jumat (4/9/2015).

Solidaritas.net, Rokan Hulu – Puluhan massa yang tergabung dalam Front Perjuangan Rakyat (FPR) Rokan Hulu (Rohul) menggelar aksi unjuk rasa damai melawan bencana asap di perempatan Taman Kota Pasirpangaraian, Kabupaten Rokan Hulu, Riau, Jumat (4/9/2015). Dalam demo yang bertemakan ‘Perjuangan Melawan Asap Adalah Perjuangan Melawan Monopoli Lahan’ itu, mereka menuntut pemerintah untuk memenjarakan perusahaan yang membakar lahan.

“Tangkap perusahaan yang memonopoli lahan atau hutan dan tangkap perusahaan pembakar lahan atau hutan,” ujar koordinator umum aksi tersebut, Adhytia Syayendra kepada wartawan, seperti dikutip Solidaritas.net dari RiauTerkini.com, Sabtu (5/9/2015).

Setidaknya ada tujuh petisi rakyat Rohul yang harus segera ditindaklanjuti oleh Pemerintah Provinsi Riau dan Pemerintah Pusat. Yakni, selamatkan generasi bangsa, stop monopoli lahan, cabut izin perusahaan pembakar lahan atau hutan, penjarakan perusahaan pembakar lahan atau hutan, berikan kompensasi kesehatan bagi rakyat Riau 10 tahun kedepan, kembalikan tanah untuk rakyat, serta naikkan harga kelapa sawit dan karet untuk petani.

Disampaikan Adhythia, demo ini sendiri merupakan salah satu bentuk kepedulian pemuda dan mahasiswa Rohul terhadap rakyat Riau. Pasalnya, sejak 18 tahun yang lalu, rakyat Riau sudah hidup dengan asap dari kebakaran lahan dan hutan yang dilakukan oleh berbagai perusahaan di daerah tersebut. Dia menduga rakyat Riau selama ini telah menjadi korban monopoli pemerintah, karena lahan yang dikelola telah diklaim milik perusahaan asing.

Kondisi ini pula yang kemudian menyebabkan terjadinya konflik lahan berkepanjangan di Riau. Oleh karena itu, massa yang berasal dari berbagai organisasi, yakni BEM Universitas Pasir Pangaraian, Remaja Masjid, IPRY Komisariat Rohul, Pemuda Tanjung Belit, HMI Rohul, Ipemarohu Sumut, dan Serikat Pemuda Riau itu, mengajak rakyat Riau untuk ikut berjuang menyerukan perlawanan asap dan monopoli lahan, serta kerakusan investasi pihak asing.

Menurut Adhytia lagi, selanjutnya mereka akan berkoordinasi dengan NGO, LSM, pemuda dan mahasiswa seluruh Riau untuk membuat tuntutan, sehingga ada jaminan dari negara. Dia berharap, tidak ada lagi monopoli lahan yang telah sering mengorbankan rakyat Riau.

Foto:

https://www.facebook.com/photo.php?fbid=10203655881512461&set=pcb.10203655882912496&type=1

Sebarkan..

Tinggalkan Balasan